Aktivitas Pendakian Gunung Hauk Meningkat, Sampah Jadi Sorotan Pokdarwis
- 30 Mar 2026 16:26 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Balangan - Aktivitas pendakian di kawasan Gunung Hauk, Kabupaten Balangan, mengalami peningkatan signifikan pascalibur Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Namun, ramainya kunjungan wisatawan ini menyisakan persoalan sampah yang mulai berserakan di sepanjang jalur pendakian hingga ke puncak.
Ketua Pokdarwis Karang Bintang, Inai, mengungkapkan temuan sampah didominasi oleh jenis tisu basah dan tisu kering dari hasil monitoring langsung di lapangan. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan karena dapat merusak ekosistem alami hutan di kawasan lindung tersebut.
“Dari hasil monitoring, kami masih menemukan cukup banyak sampah yang ditinggalkan pendaki di sepanjang jalur maupun area puncak. Hal ini sangat memprihatinkan karena berpotensi merusak kelestarian ekosistem hutan Gunung Hauk,” katanya pada Minggu, 29 Maret 2026.
Inai menekankan pentingnya kesadaran para pendaki untuk membawa kembali seluruh sampah anorganik mereka hingga ke basecamp. Pihak pengelola melarang keras para pengunjung meninggalkan sampah apa pun di jalur pendakian demi menjaga keasrian alam.
Selain masalah sampah plastik, ia juga menyoroti kebersihan di area "sangkar" yang terletak di puncak gunung. Lokasi tersebut dianggap sakral oleh masyarakat adat setempat sehingga harus benar-benar steril dari segala jenis kotoran maupun sampah.
“Khusus di area sangkar, kami sangat berharap tidak ada sampah sama sekali yang tertinggal oleh pendaki. Kebersihannya wajib kita jaga bersama,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan para pendaki untuk tidak merusak flora endemik seperti anggrek maupun anak pohon selama berada di kawasan hutan. Para pendaki diminta untuk tetap berada di jalur yang disediakan dan tidak mengambil tanaman apa pun dari alam.
Selain flora, perlindungan terhadap fauna endemik seperti kukang, tarsius, hingga burung ruai juga menjadi perhatian utama pihak pengelola. Pendaki dilarang keras memburu atau mengganggu satwa liar yang menjadi bagian penting dari ekosistem Gunung Hauk.
“Kami mengimbau pendaki agar tidak membawa pulang tanaman dan tidak mengganggu satwa yang ada. Semua itu adalah bagian dari kekayaan alam yang harus kita lestarikan untuk generasi mendatang,” ujar Inai.
Melalui imbauan ini, pihak pengelola berharap kesadaran wisatawan yang berkunjung ke Gunung Hauk semakin meningkat ke depannya. Kelestarian alam menjadi modal utama agar destinasi wisata unggulan di Balangan ini tetap terjaga keasriannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....