Pampangan Hantam Keramba di Banua Anyar, Pembudi Daya Alami Kerusakan Rangka
- 30 Mar 2026 16:19 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Fenomena tumpukan sampah sungai atau pampangan yang melintasi Sungai Martapura turut berdampak pada fasilitas budidaya ikan milik warga di kawasan Banua Anyar. Tumpukan sampah yang didominasi eceng gondok dan potongan kayu tersebut sempat menghantam keramba jaring apung milik pembudi daya setempat.
Kondisi ini terjadi saat volume pampangan meningkat drastis hingga menutupi hampir separuh badan sungai. Tekanan arus yang mendorong pampangan membuat struktur keramba milik warga rentan mengalami kerusakan fisik.
Salah seorang pembudi daya ikan, Qasthalani, mengungkapkan terjangan pampangan terjadi saat kondisi air sedang pasang. Akibatnya, hantaman dari tumpukan sampah tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian rangka kayu keramba yang ia kelola.
"Pada saat itu air pasang dan akhirnya pampangan menabrak keramba saya. Sempat ada kerusakan sedikit di bagian rangka kayunya yang patah," katanya pada Senin, 30 Maret 2026.
Meskipun kerusakan rangka kayu tidak sampai membuat ikan lepas, Qasthalani kini harus meningkatkan kewaspadaan ekstra setiap harinya. Material pampangan yang berisi batang pohon dan juga sampah rumah tangga menjadi kekhawatiran tersendiri.
Menurutnya, fenomena musiman ini kian parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kekhawatiran utama para pembudi daya adalah jika hantaman pampangan tersebut menyebabkan keramba hancur total.
"Karena sampahnya tidak hanya eceng gondok saja, tapi ada kayu-kayu, bambu, dan sampah rumah tangga lainnya. Itu yang berpotensi merusak keramba," ucapnya.
Sementara itu, Penyuluh Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Roslina, membenarkan pampangan musiman ini sering kali datang secara tiba-tiba. Pihaknya terus memantau titik-titik keramba yang rawan terdampak guna meminimalisir kerugian ekonomi bagi masyarakat.
Ia memastikan pihaknya terus berupaya menjalin koordinasi instansi terkait untuk mencari solusi terkait pampangan yang menyumbat alur sungai. Hal ini agar aktivitas budidaya ikan jaring apung tetap berjalan optimal tanpa gangguan.
"Kami terus berkoordinasi jika memang ada kendala terkait masalah pampangan ini. Sejauh ini laporan yang masuk langsung direspons dengan cepat untuk segera dilakukan penanganan di lapangan," ujar Roslina.
Meski saat ini kondisi aliran sungai di kawasan Banua Anyar sudah berangsur normal pasca pembersihan, para pembudidaya terus bersiaga. Mereka khawatir pampangan akan kembali muncul sewaktu-waktu dan menghantam keramba yang sudah diperbaiki.
Para pembudi daya sangat berharap adanya solusi konkret yang bersifat permanen untuk mengatasi masalah klasik pampangan di Sungai Martapura. Hal ini penting demi menjaga stabilitas ekonomi warga yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....