Kemarau Datang Lebih Awal, Petani Sungai Gampa Optimis Hasil Padi Tetap Baik
- 30 Mar 2026 14:46 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Para petani di kawasan Sungai Gampa, Kelurahan Sungai Jingah, mulai melakukan pembersihan lahan sebagai persiapan memasuki musim tanam tahun ini. Kondisi musim kemarau dinilai tidak terlalu berdampak pada produktivitas padi di kawasan permukiman tua tersebut.
Kawasan pertanian di Sungai Gampa sangat bergantung pada pola pasang surut. Karakteristik ini membuat tanaman padi tetap mendapatkan suplai air yang cukup meskipun cuaca sedang panas.
Salah seorang petani, Misdah, mengungkapkan hasil panen di wilayahnya justru sering kali meningkat saat kondisi cuaca cenderung kemarau. Menurutnya, satu "borong" atau lahan seluas 17 meter persegi biasanya menghasilkan lebih banyak gabah jika air tidak terlalu dalam.
"Kalau musim kemarau di sini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, bahkan hasilnya kadang bisa lebih banyak dari biasanya. Biasanya kami dapat hingga 8 blek beras untuk ukuran satu borongan sawah," katanya pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Meskipun potensi hasilnya baik, Misdah menyebut jadwal tanam tahun ini sedikit mengalami kemunduran dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh kondisi air sungai yang masih sering pasang tinggi sehingga lahan belum sepenuhnya siap ditanami.
Saat ini para petani masih fokus melakukan pembersihan gulma dan sisa tanaman di lahan masing-masing secara manual. Mereka memastikan lahan benar-benar bersih sebelum memasuki proses persemaian benih padi.
"Karena kondisi air saat ini masih sering pasang surut, kami masih fokus pembersihan lahan terlebih dahulu. Biasanya bulan Mei atau Juni nanti baru kami bisa mulai menanam padi di sawah," ucapnya.
Sementara itu, petani lainnya, Inas, menyebut musim kemarau bukan menjadi kendala serius karena kondisi lahan yang selalu teraliri air. Menurutnya, sistem pasang surut air sungai memastikan lahan pertanian di Sungai Gampa tetap basah dan aman untuk ditanami.
Inas menekankan bertani di kawasan ini memang memerlukan kondisi tanah yang selalu lembab dan terjaga pasokan airnya. Selama debit air sungai tetap masuk ke area persawahan, para petani tidak khawatir dengan ancaman gagal panen akibat kekeringan.
"Kalau musim kemarau ini kondisinya aman saja karena airnya masih sering pasang dan. Jadi di sini lahan pertaniannya selalu basah dan tidak sampai kering, itu yang bikin tanaman tetap aman," ujar Inas.
Dengan pasokan air yang tetap terjaga, para petani berharap tidak ada kendala yang berarti pada musim tanam kali ini. Meskipun fenomena kemarau diprediksi datang lebih awal, para petani berharap kondisi tersebut tidak memberikan dampak negatif bagi produktivitas lahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....