Khawatir Longsor, Pekerja PDU Banua Anyar Harapkan Tumpukan Sampah Diratakan
- 29 Mar 2026 21:26 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Para pekerja pemilah sampah di Pusat Daur Ulang (PDU) Banua Anyar Banjarmasin Timur mengeluhkan kondisi tumpukan sampah sungai yang kian menggunung di area tersebut. Tumpukan yang didominasi oleh kayu dan ranting serta sampah rumah tangga tersebut dikhawatirkan dapat longsor sewaktu-waktu.
Salah seorang pemilah sampah, Reza, mengaku harus bekerja dengan kewaspadaan ekstra karena posisi tumpukan sampah berada tepat di belakang lokasi kerjanya. Meskipun hingga saat ini belum pernah terjadi longsoran besar, ia tetap merasa khawatir dengan kondisi gunungan sampah yang terus meninggi.
"Karena tumpukan sampah di belakang lokasi kami bekerja itu sudah meninggi, kami merasa cukup khawatir. Takutnya ada kejadian longsor tiba-tiba saat kami sedang fokus bekerja di sini," katanya pada Sabtu, 29 Maret 2026.
Reza berharap agar dilakukan perataan atau penggeseran posisi tumpukan sampah agar lebih jauh dari jangkauan pekerja. Faktor cuaca seperti hujan deras dan angin kencang juga dikhawatirkan dapat memicu ketidakstabilan struktur tumpukan sampah tersebut.
"Kita tidak pernah tahu kondisi ke depannya apalagi saat terjadi hujan atau angin kencang. Jadi kami sangat berharap tumpukan ini bisa segera diratakan atau sedikit digeser agar kami merasa aman," ucapnya.
Kekhawatiran senada juga diungkapkan oleh Taufik, pekerja pemilah sampah lainnya yang sudah bertugas selama lebih dari satu tahun di fasilitas tersebut. Ia menilai proses pelapukan sampah yang sudah berlangsung lama berpotensi melemahkan tumpukan hingga memicu reruntuhan ke arah area kerja.
"Tumpukan sampah ini sudah cukup lama dan jaraknya sangat dekat dengan posisi kami. Seandainya bisa dirapikan dan diratakan, tentu kami akan merasa jauh lebih aman saat bekerja," ujar Taufik.
Persoalan sirkulasi udara yang kini terasa semakin terbatas akibat terhalang oleh tingginya gunungan sampah juga menjadi perhatian Taufik. Pasokan udara bersih yang cukup sangat dibutuhkan saat para pekerja bersentuhan langsung dengan limbah organik maupun anorganik setiap harinya.
"Sekarang sirkulasi udaranya tertutup oleh gunungan sampah yang ada. Khawatirnya juga berbahaya untuk pernapasan kita," katanya menambahkan.
Selain mengancam keselamatan pekerja, longsoran sampah tersebut juga dikhawatirkan akan jatuh kembali ke aliran sungai di belakang kawasan PDU Banua Anyar. Akibatnya sampah akan kembali menutup sungai dan menghambat aktivitas masyarakat yang menggunakan transportasi air
Kini, para pekerja berharap adanya solusi untuk segera merapikan gunungan sampah tersebut. Hal ini untuk keamanan dan kenyamanan para pekerja agar aktivitas pengelolaan sampah tetap berjalan optimal tanpa risiko keselamatan.
PDU Banua Anyar sendiri merupakan fasilitas yang difungsikan untuk memilah dan mendaur ulang berbagai jenis limbah. Fasilitas ini memproses sampah organik menjadi kompos serta memilah sampah anorganik untuk dikirim kembali ke industri pengolahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....