Memahami Konsep Ekoteologi: Spiritual, Alam Semesta, dan Manusia

  • 28 Mar 2026 15:06 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Ekoteologi merupakan perpaduan antara konsep ekologi (lingkungan) dan teologi (ketuhanan). Definisi dari konsep ekoteologi adalah upaya manusia dalam melestarikan lingkungan hidup sebagai bentuk tanggung jawab spiritual dan hubungan harmonis antara makhluk ciptaan dengan Tuhannya.

Hal itu disampaikan oleh Ustaz Lilmushthafa Ridhallathif, S.Ag., MA, dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Sabtu, 27 Maret 2026. Ia menguraikan, hubungan manusia dan lingkungan bagaikan sebuah segitiga yang menyelaraskan dimensi spiritual (agama), alam semesta, dan manusia.

"Ekoteologi dapat dikatakan sebagai cabang dari teologi yang secara khusus mengkaji hubungan antara iman dan keyakinan dengan pelestarian lingkungan," ujarnya.

Menurutnya, ekoteologi ini berusaha menjawab pertanyaan bagaimana agama memandang krisis lingkungan. Konsep ini juga menjelaskan tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah dalam menjaga alam, baik secara spiritual maupun intelektual.

Ia juga memaparkan bahwa dengan berpikir, manusia bisa menjaga alam tetap lestari. Selain itu, kekuatan iman menjadi penggerak utama bagi manusia untuk terus merawat alam semesta.

Sebagai khalifah, manusia memiliki tugas untuk memimpin secara adil dan bijaksana. Tanggung jawab ini mencakup bagaimana manusia memperlakukan alam semesta dengan penuh kepedulian.

Ustaz Lilmushthafa mengingatkan bahwa tugas manusia bukan sekadar mengambil hasil alam, melainkan juga memperbaikinya. Mengelola serta melindungi lingkungan merupakan wujud nyata tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....