Ekoteologi, Refleksi Iman dan Lingkungan
- 27 Mar 2026 20:08 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – RRI Pro4 Banjarmasin menyiarkan Program Hikmah Subuh pada Jumat, 27 Maret 2026, dengan tema “Ekoteologi: Agama, Alam, dan Manusia.” Dialog ini menghadirkan Ustaz Lilmushthafa Ridhallathif, S.Ag., M.A., yang mengajak pendengar merefleksikan hubungan antara iman, manusia, dan lingkungan.
Ustaz Lilmushthafa menjelaskan bahwa konsep ekoteologi dalam Islam merupakan bagian dari fikih lingkungan yang menempatkan manusia sebagai khalifah di bumi. Peran tersebut menuntut manusia untuk menjaga dan mengelola alam, bukan mengeksploitasinya.
“Ekoteologi adalah kesadaran bahwa iman tidak hanya berhenti pada ibadah ritual, tetapi juga tercermin dalam cara kita memperlakukan alam,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kerusakan lingkungan berakar dari lemahnya nilai ketauhidan manusia. Menurutnya, perubahan cara pandang dari antroposentris menuju teosentris menjadi penting agar manusia tidak lagi menempatkan diri sebagai pusat segalanya.
“Ketika manusia merasa menjadi pusat segalanya, di situlah kerusakan dimulai,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebut kerusakan alam sebagai manifestasi dari dekadensi moral dan ketidakpekaan manusia terhadap peringatan Tuhan. Hal tersebut sejalan dengan firman Allah bahwa kerusakan di darat dan laut merupakan akibat ulah tangan manusia.
Ia juga menyoroti fenomena sosial yang menunjukkan menurunnya kepedulian terhadap lingkungan, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan hingga eksploitasi sumber daya tanpa upaya pemulihan. Menurutnya, kondisi ini tidak hanya mencerminkan krisis lingkungan, tetapi juga krisis spiritual.
“Ini bukan hanya krisis lingkungan, tetapi juga krisis spiritual,” ujarnya.
Ustaz Lilmushthafa mengajak masyarakat untuk memulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti menjaga kebersihan dan menghormati alam sebagai ciptaan Allah Swt. Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai tauhid dalam setiap aktivitas kehidupan.
“Pada akhirnya, bukan alam yang bisu, tetapi manusialah yang tuli,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....