Janji atau Wacana? Menanti Gebrakan Pejabat Baru Atasi Darurat Sampah Banjarmasin

  • 26 Mar 2026 06:08 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin — Baru beberapa jam dilantik Rabu sore, 25 Maret 2026, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar langsung duduk dalam rapat strategis bersama Wali Kota, H. M. Yamin HR di Rumah Dinas pada malam harinya. Rapat yang turut dihadiri Kepala DLH Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo itu, membahas isu klasik yang tak kunjung tuntas, yaitu pengelolaan sampah.

Tezar tak menampik bahwa persoalan sampah di Banjarmasin membutuhkan langkah luar biasa, sehingga secara khusus ia meminta waktu untuk langsung mengumpulkan seluruh jajarannya. “Saya sengaja meminta waktu kepada wali kota untuk mengumpulkan seluruh jajaran DLH, sekaligus mendengarkan arahan langsun. Baik dari wali kota maupun dari pihak provinsi,” katanya.

Dalam rapat tersebut, sejumlah program kembali diangkat ke permukaan, seperti underground refuse system, pemilahan sampah dari sumber, hingga optimalisasi TPS 3R. Tak hanya itu, penguatan infrastruktur juga masuk dalam pembahasan. Rumah pilah, rumah kompos, hingga pemanfaatan TPA Basirih kembali menjadi sorotan.

“Banyak hal yang disampaikan terkait program pengelolaan sampah. Mulai dari underground refuse system, pemilahan dari sumbernya, hingga optimalisasi TPS 3R dan fasilitas lainnya,” ujar Tezar.

DLH bahkan berencana melayangkan surat ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengoptimalkan lahan yang masih tersedia. Namun Ichrom menegaskan, pemanfaatan tersebut bukan untuk menambah tumpukan sampah.

“Pemanfaatannya bukan untuk membuang sampah. Tetapi lebih kepada pemilahan, pencacahan, serta pengolahan melalui rumah kompos yang ada di sana,” ujarnya.

Meski demikian, untuk penanganan residu, DLH masih bergantung pada Pusat Daur Ulang (PDU). Di sisi lain, DLH juga berencana mengaktifkan kembali sekitar 1.500 agen 3R sebagai ujung tombak edukasi Masyarakat, demi terwujudnya pengelolaan sampah.

“Targetnya jelas, masyarakat mulai memilah sampah dari rumah, terutama sampah organik yang diharapkan bisa dikelola mandiri. Sementara itu, sampah anorganik tetap akan dialirkan ke TPS dan fasilitas pengolahan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....