Haul Datu Haji Abdullah Jadi Momentum Teladani Ulama Pejuang Perang Banjar

  • 24 Mar 2026 13:02 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Amuntai – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mendukung kegiatan keagamaan sekaligus melestarikan sejarah perjuangan daerah. Hal ini diwujudkan dengan menghadiri haul tokoh ulama dan pejuang Perang Banjar, Datu Haji Abdullah, di Desa Jumba, Kecamatan Amuntai Selatan, Senin, 23 Maret 2026.

Bupati HSU Sahrujani bersama Wakil Bupati Hero Setiawan hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Kegiatan haul ini diselenggarakan oleh para keturunan almarhum sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa perjuangan.

Dalam kesempatan itu, Haji Jani menegaskan bahwa kegiatan haul bukan sekadar agenda tahunan. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk meneladani perjuangan para ulama di masa lalu.

“Pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan keagamaan seperti ini. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh ulama, juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ujar Bupati.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana mengembangkan potensi wisata religi di wilayah tersebut. Kegiatan haul Datu Haji Abdullah akan dikolaborasikan dengan kegiatan keagamaan lainnya untuk menarik minat masyarakat.

Pengembangan tersebut mencakup kegiatan haul Guru Danau, wisata masjid bersejarah, serta wisata kuliner lokal. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan sekaligus memperkenalkan nilai sejarah daerah.

Pemkab HSU juga akan melakukan kajian terhadap kawasan makam Datu Haji Abdullah. Kawasan tersebut direncanakan untuk diusulkan sebagai situs cagar budaya karena memiliki nilai historis yang tinggi.

Bupati menambahkan pihaknya akan memperluas publikasi terkait sejarah dan perjuangan tokoh tersebut. Upaya ini dilakukan agar dapat menjadi pembelajaran dan inspirasi bagi generasi penerus.

Rangkaian kegiatan haul berlangsung khidmat dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan manaqib. Dalam manaqib disampaikan bahwa Datu Haji Abdullah merupakan ulama kharismatik yang gugur bersama istri dan anaknya dalam Perang Banjar pada 15 September 1860.

Tokoh tersebut dimakamkan di Desa Jumba, Kecamatan Amuntai Selatan. Keberadaan makam ini menjadi salah satu bukti sejarah perjuangan ulama dalam melawan penjajahan di daerah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....