Cicil Emas BSI Tumbuh Pesat Diminati Berbagai Kalangan

  • 10 Jun 2026 21:34 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis cicil emas di tengah tingginya minat masyarakat terhadap investasi logam mulia. Hingga April 2026, pembiayaan cicil emas BSI tumbuh 97,90 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dengan nilai mencapai Rp16,93 triliun.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi investasi. Emas dinilai sebagai instrumen yang relatif aman dan mampu menjaga nilai aset dalam jangka menengah maupun panjang.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan tren positif ini didorong oleh tingginya kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai investasi syariah. “Emas masih memiliki daya tarik bagi masyarakat yang ingin melakukan investasi syariah di instrumen yang aman dan diyakini tahan terhadap inflasi, potensi inilah yang kami garap untuk memperluas jangkauan nasabah emas BSI,” ujarnya.

Menurut Anton, layanan cicil emas saat ini diminati berbagai segmen usia mulai dari generasi Z, milenial hingga baby boomers. Kemudahan dalam memilih tenor, angsuran yang fleksibel, serta ketersediaan emas ANTAM dan BSI Gold menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut.

Ia menjelaskan, emas dapat menjadi aset yang bermanfaat untuk berbagai kebutuhan masa depan maupun kondisi darurat. “Emas bisa jadi aset untuk kebutuhan mendesak maupun jangka panjang seperti biaya sekolah, pergi haji, hingga persiapan pernikahan bagi anak-anak muda,” katanya.

Guna memenuhi kebutuhan nasabah, BSI menyediakan berbagai pilihan gramasi logam mulia mulai dari 5 gram hingga 100 gram. Langkah ini dilakukan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sesuai kemampuan dan tujuan investasinya masing-masing.

Selain memperkuat layanan cicil emas, BSI juga terus mengembangkan ekosistem emas nasional melalui kerja sama strategis dengan ANTAM sebagai bagian dari perannya sebagai Bank Bulion. Kolaborasi tersebut mencakup perdagangan emas fisik secara digital, penguatan distribusi ritel, serta peningkatan literasi dan edukasi investasi emas guna mendorong monetisasi emas dan terciptanya ekosistem emas yang berkelanjutan di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....