Dua Hari Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Perumnas Ditemukan
- 21 Mar 2026 04:52 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan remaja yang dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Barito, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat malam 20 Maret setelah pencarian intensif selama dua hari.
Korban diketahui bernama Furqon (12), warga Kompleks Perdagangan Permai, Banjarmasin Utara. Ia sebelumnya dilaporkan hilang pada Kamis 19 Maret siang saat beraktivitas di sekitar sungai.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin menerima laporan kejadian tersebut dan segera mengerahkan tim untuk melakukan pencarian. Berbagai metode penyisiran dilakukan, baik di permukaan maupun bawah air.
Upaya Tim SAR Gabungan membuahkan hasil pada Jumat sekitar pukul 23.00 WITA. Jasad korban ditemukan sejauh kurang lebih 240 meter dari lokasi awal kejadian. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menyampaikan bahwa dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup. “Kami mengonfirmasi korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 23.00 WITA. Dengan demikian, operasi SAR diusulkan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” ujarnya.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Banjarmasin, Polairud Polda Kalsel, BPBD Provinsi Kalsel, BPBD Kota Banjarmasin, Rescue 911 Banjarmasin, Water Rescue, Palm 21. Anggun Fire Rescue, Indrapura Fire Rescue, Syi’aruddin Rescue, serta masyarakat setempat.
Dalam pencarian, tim menggunakan perahu karet, peralatan penyelamatan air, alat selam, hingga teknologi Aqua Eye untuk membantu mendeteksi objek di bawah permukaan air. Selain itu, I Putu Sudayana juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama bagi anak-anak.
“Kami turut berduka cita yang mendalam. Kejadian ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berada di sekitar perairan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Diketahui, kondisi cuaca selama operasi berlangsung berawan dengan arus sungai yang cukup dinamis. Setelah evaluasi akhir dilakukan, seluruh personel SAR dikembalikan ke satuannya masing-masing dan operasi resmi dinyatakan berakhir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....