Bupati Batola Dorong Kolaborasi untuk Sukseskan Program Cetak Sawah Rakyat
- 15 Mar 2026 18:00 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Barito Kuala – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala bersama Kementerian Pertanian melaksanakan Gerakan Tanam Serempak dalam rangka program Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Puntik Dalam, Kecamatan Mandastana, Kamis, 12 Maret 2026.
Program ini merupakan bagian dari langkah strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan. Upaya tersebut juga diarahkan untuk mendukung target swasembada pangan secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi. Hadir pula Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi, jajaran Forkopimcam Mandastana, Kepala Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, serta tokoh masyarakat.
Kabupaten Barito Kuala menargetkan optimalisasi lahan sawah seluas 1.696 hektare pada tahun 2025/2026. Melalui program Optimasi Lahan (Oplah) Rawa, Desa Puntik Dalam menjadi salah satu titik krusial dalam pencapaian target tersebut.
Sebelumnya, lahan di wilayah ini telah melalui tahap uji coba model Demfarm (demonstrasi farming) dengan hasil yang menjanjikan. Dengan penggunaan varietas padi unggul, produktivitas lahan diharapkan mampu mencapai 6 ton per hektare.
Dalam arahannya secara nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program Cetak Sawah Rakyat menjadi kunci menjaga ketersediaan pangan. Program tersebut juga bertujuan meningkatkan pendapatan para petani.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga dan mengembangkan lahan pertanian di daerahnya. Menurutnya, Barito Kuala memiliki potensi besar sebagai daerah lumbung pangan.
"Kalimantan Selatan, khususnya Barito Kuala, memiliki lahan pertanian terluas di antara 13 kabupaten. Ini adalah tanggung jawab bersama. Kami siap berdiskusi dan membantu demi kemajuan pertanian di daerah kita agar menjadi contoh bagi wilayah lain," ujarnya.
Dukungan juga datang dari TNI melalui Kodim 1005/Barito Kuala. Dandim Letkol Inf Anton Mahriadi menyatakan kesiapan personelnya untuk mendampingi para petani di lapangan.
Menurutnya, keterlibatan TNI merupakan bentuk komitmen dalam menjaga stabilitas pangan daerah. Pendampingan juga dilakukan melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian secara optimal.
Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian terus mendorong pemanfaatan lahan secara maksimal. Gerakan tanam serempak ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, dan masyarakat.
Upaya tersebut juga sejalan dengan visi Presiden RI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan langkah ini, Barito Kuala optimis dapat berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....