Kalah Bersaing dengan Kafe ‘Pinggir Jalan’, Bandarmasih Tempo Doeloe Redup?

  • 12 Mar 2026 10:22 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kawasan Bandarmasih Tempo Doeloe yang dulu digadang-gadang menjadi ikon wisata kini justru terlihat seperti kehilangan napas. Deretan kedai yang dulu ramai oleh pengunjung, kopi, dan sajian kuliner kini perlahan sunyi.

Beberapa pintu toko tampak tertutup rapat, bahkan di sejumlah bangunan terdapat spanduk bertuliskan “dijual” dan “disewakan”. Padahal lokasi yang lebih dikenal dengan sebutan Kawasan Kota Lama ini sempat menjadi salah satu magnet wisata baru di Kota Seribu Sungai.

Kedai kopi, tempat makan, hingga ruang berkumpul anak muda sempat membuat kawasan itu hidup hingga malam hari, kini perlahan redup. Banyak pihak menilai meredupnya kawasan kota lama ini tak lepas dari ketatnya persaingan dengan kedai dan kafe baru ‘pinggir jalan’ yang bermunculan di berbagai sudut kota.

Salah satunya di kawasan Jalan Hasanuddin H.M yang kini dikenal sebagai salah satu pusat nongkrong anak muda. Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil pun tidak menampik kondisi tersebut.

“Persaingan usaha sekarang sangat ketat, apalagi banyak kafe baru yang muncul di berbagai titik kota,” kata Sabil. “Itu tentu sangat mempengaruhi aktivitas usaha di kawasan kota lama,” ujarnya menambahkan.

Menurutnya, kondisi ini juga menjadi peringatan bahwa pelaku usaha di kawasan tersebut harus terus berinovasi agar tidak tertinggal. Pemko juga tidak ingin kawasan yang pernah diproyeksikan sebagai destinasi wisata itu benar-benar kehilangan daya tariknya.

“Mereka yang berusaha di kawasan kota lama harus bisa beradaptasi dan membuat inovasi. Jangan sampai stagnan. Kalau konsepnya tidak berkembang, tentu pengunjung akan mencari tempat lain yang lebih menarik,” ujarnya, tegas. “Kita juga berupaya membantu dengan berbagai upaya dengan melibatkan sejumlah instansi terkait lainnya,” ucapnya lagi.

Ibnu Sabil mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dengan dinas terkait untuk kembali menghidupkan kawasan tersebut. Salah satu langkah yang baru dilakukan adalah pembangunan shelter air oleh Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, yang diharapkan dapat mendukung akses transportasi sungai menuju kawasan kota lama.

“Kami bersama instansi lain akan berkolaborasi untuk kembali menggeliatkan ekonomi di kawasan kota lama. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri, harus lintas sektor,” katanya. “Shelter air ini bagian dari upaya menarik kembali kunjungan, terutama melalui jalur sungai. Harapannya wisatawan lebih mudah datang ke kawasan tersebut,” ucapnya, mengakhiri.

Sebelumnya, puluhan tahun kawasan ini terkenal sepi dan hanya berdiri bangunan tua yang umumnya berfungsi sebagai perkantoran dan pergudangan. Di era Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Pemko Banjarmasin melakukan pembenahan, meliputi trotoar dan drainase dengan menelan APBD sekitar Rp7,8 miliar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....