"Mendidih" di Timur Tengah! Bagaimana Kondisi Pelajar Asal Banjarmasin?

  • 03 Mar 2026 11:56 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah turut menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga pelajar penerima beasiswa asal Banjarmasin yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri. Di tengah situasi geopolitik yang belum mereda, Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan kondisi para santri dan santriwati tetap aman, namun kewaspadaan harus ditingkatkan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdako Banjarmasin, Juli Khair, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan kondisi darurat yang menimpa para pelajar. Meski lokasi belajar mereka tidak berada tepat di pusat konflik, namun kawasan Timur Tengah saat ini dikategorikan sebagai wilayah rawan dampak eskalasi perang.

“Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi semua santri dan santriwati kita aman dan baik-baik saja,” katanya saat dikonfirmasi, 3 Maret 2026.

“Baik yang berada di Tarim Hadramaut, Yaman maupun yang ada di Kairo, Mesir,” ujar lagi.

Para pelajar tersebut diketahui menempuh pendidikan di kawasan Tarim, Hadramaut, Yaman, serta di Kairo, Mesir. Juli menegaskan, pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan para pelajar, serta mengimbau agar tidak lengah terhadap kondisi keamanan sekitar.

“Kami mengharapkan mereka meningkatkan kewaspadaan dan jangan berjalan jauh dari daerah tempat belajar mereka,” ujarnya,

“Seperti kita ketahui kawasan tersebut masuk zona Timur Tengah yang saat ini sedang berperang,” ucapnya, menambahkan.

Lebih lanjut, Juli meminta para pelajar agar tidak memutus komunikasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di negara masing-masing. Menurutnya, koordinasi dengan otoritas resmi sangat penting jika sewaktu-waktu terjadi situasi darurat.

“Jangan sampai lepas hubungan dengan pihak perwakilan pemerintah Indonesia di sana,” ujarnya, mengimbau.

“Ikuti arahan-arahan dari Kedutaan Indonesia setempat. Itu sangat penting demi keselamatan mereka,” katanya.

Diketahui, program beasiswa pendidikan ke Timur Tengah telah berjalan sejak tahun 2021 dan hingga 2024, tercatat sebanyak 45 peserta telah diberangkatkan ke Hadramaut dan Kairo. Dengan tambahan 14 peserta pada tahun 2025, total santri dan santriwati asal Banjarmasin yang menempuh pendidikan di Timur Tengah kini mencapai 59 orang.

Mereka yang mendapatkan beasiswa ini merupakan warga Kota Banjarmasin yang disertai KTP atau Kartu Keluarga dan pelajar atau santri/santriwati Madrasah/Pondok Pesantren/Sekolah Umum yang memiliki keinginan untuk melanjutkan studi keislaman. Mereka yang kemudian lulus menempuh pendidikan memperdalam ilmu agama islam di Timur Tengah, wajib mengabdikan diri di Kota Banjarmasin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....