Tak Kejar PAD, Museum Kayuh Baimbai Disiapkan Jadi Pusat Edukasi Sejarah
- 02 Mar 2026 13:38 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Museum Kayuh Baimbai bakal jadi perhatian serius Pemerintah Kota Banjarmasin pada 2026. Lewat Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), langkah strategis disiapkan untuk mendongkrak peran museum sebagai pusat edukasi sejarah, khususnya bagi kalangan pelajar.
Kepala Disbudporapar Banjarmasin, Ibnu Sabil, menegaskan pihaknya tak lagi menunggu kunjungan datang begitu saja. Ia menginstruksikan jajaran bidang kebudayaan untuk menerapkan pola “jemput bola” dengan mendatangi langsung sekolah-sekolah.
“Kami sudah mengarahkan agar bidang kebudayaan aktif turun ke sekolah. Kami tidak mau hanya menunggu,” kata Sabil. “Sekolah akan kami beri pemahaman soal mekanisme kunjungan dan manfaat edukatif yang bisa diperoleh siswa saat datang ke museum”.
Menurutnya, pola kunjungan yang lebih terencana akan menciptakan pengalaman belajar yang tidak sekadar jalan-jalan, tetapi terstruktur dan bermakna. Tak hanya mengejar peningkatan jumlah kunjungan pelajar, Disbudporapar juga membenahi kualitas pelayanan dengan menempatkan petugas yang kompeten, termasuk yang memiliki kemampuan bahasa asing, menjadi perhatian.
“Harapannya, museum ini bukan hanya tempat melihat benda-benda lama. Kami ingin anak-anak memahami sejarah lokalnya sendiri dan merasakan pengalaman belajar yang interaktif,” ujarnya. “Kami siapkan SDM yang mumpuni. Termasuk petugas yang bisa berbahasa asing, karena pengunjung bukan hanya dari dalam daerah”.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat citra museum sebagai destinasi wisata sejarah yang profesional dan ramah bagi semua kalangan. Data sepanjang 2025, sekitar 6.000 orang tercatat mengunjungi museum yang dikelola Pemko Banjarmasin tersebut, yang menjadi sinyal tumbuhnya minat masyarakat terhadap wisata berbasis edukasi.
“Pengelolaan museum tidak berorientasi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya. “Fokus kami adalah fungsi sosial dan edukasi bagi masyarakat luas”.
Selain pembenahan internal, Disbudporapar juga membidik perluasan kerja sama lintas daerah, dengan strategi promosi akan dikemas lebih agresif dan kolaboratif agar museum semakin dikenal. Tahun 2026 pun dipatok sebagai momentum penguatan posisi Museum Kayuh Baimbai sebagai destinasi unggulan wisata sejarah di Kota Seribu Sungai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....