Pembiayaan UMi di Kalimantan Selatan Tersalur Rp0,91 Miliar ke 191 Debitur

  • 27 Feb 2026 08:33 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Guna upaya memperkuat inklusi keuangan masyarakat, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalimantan Selatan terus menunjuka kinerja positif. Hingga Januari 2026, total penyaluran pembiayaan UMi tercatat sebesar Rp0,91 miliar yang disalurkan kepada 191 debitur, seluruhnya melalui skema konvensional. Jum’at, 27 Februari 2026.

Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo, menyampaikan bahwa secara nasional kinerja pembiayaan UMi di Kalsel menempati peringkat ke-13 dari 34 provinsi di Indonesia. Adapun untuk tingkat regional Kalimantan, Kalsel berada di posisi teratas atau peringkat pertama.

“Penyaluran pembiayaan UMi hingga Januari 2026 di Kalimantan Selatan dilakukan oleh satu Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) penyalur, yakni PT Bahana Arta Ventura. Berdasarkan wilayah, Kabupaten Banjar mencatatkan penyaluran tertinggi sebesar Rp0,17 miliar kepada 35 debitur," ujarnya.

Selanjutnya, penyaluran UMi juga tercatat di Kabupaten Tanah Laut sebesar Rp0,10 miliar kepada 23 debitur, serta Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp0,09 miliar kepada 23 debitur. Capaian ini menunjuka pemeraraan akses pembiayaan ultra mikro di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

“Dari sisi sektor usaha, perdagangan menjadi sektor penerima pembiayaan UMi terbesar dengan porsi mencapai 72,79 persen. Adapun berdasarkan skema penyaluran, seluruh pembiayaan UMi disalurkan melalui skema kelompok dengan porsi 100 persen,” ucapnya.

Adapun PT Bahana Arta Ventira juga mencaratkan penyaluran UMi teetinggi aevagai satu-satunya penyalur dengan total Rp0,91 miliar kepada 191 debitur. Sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pembiayaan bagu UMKM, DJPb Kalimantan Selatan telah melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi bersama seluruh lembaga penyalur guna memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran.

Ke depan, komitmen tersebut aka terus diperkuat melalui sinergi dan pengawalan berkelanjutan agar tren positif di wilayah seperti Banjarmasin. Hal ini guna dalat dipertahankan dan diikuti daerah lainnya, sehingga mampu mendorong akselerasi permodalan serta pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....