Jurnalis Diminta Sajikan Berita Ekonomi Lebih Mudah Dipahami
- 11 Feb 2026 22:45 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Batulicin – Berita dan artikel ekonomi kerap dianggap membosankan oleh pembaca karena didominasi oleh data dan angka yang disajikan secara kaku. Yang mana, dibalik derrtan angaka tersimpan banyak cerita yang menarik yang dapat dikemas lebih mendalam dengan humanisme dan human interest.
Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Desk Ekonomi dan Bisnis Harian KOMPAS, Aris Prasetyo, saat menjadi narasumber pada kegiatan Capacity Building Jurnalis Tahun 2026. Adapun kegiatan ini diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa, 10 Februari 2026.
Aris mencontohkan, data ekonomi seperti angka inflasi bulanan suatu daerah atau negara seharusnya tidak berhenti pada penyajian statistik semata. Adapun data penyebab, penyumbang utama, serta kompditas apa saja yang mendorong terjadinya inflasi.
“Ketika angka dan data itu dielaborasi secara lebih dalam, akan muncul informasi lain yang lebih detail dan menarik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, dibutuhkan kesungguhan dan ketelitian jurnalis untuk menggali sisi lain di balik data dan angka. Dengan demikian, berita ekonomi tidak hanya onformati akan tetapi juga lebih mudah dipahami publik.
“Di situlah cerita ekonomi bisa menjadi lebih dekat dengan pembaca," katanya..
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....