Prevalensi Narkoba Nasional Naik, BNNK Banjarmasin Intensifkan Pencegahan
- 11 Feb 2026 08:28 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarmasin terus meningkatkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika sepanjang tahun 2026. Kepala BNNK Banjarmasin, Wuryantono, menyebut hal ini merespons tren kenaikan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di tingkat nasional.
Berdasarkan data BNN, prevalensi nasional pada tahun 2025 mencapai 2,11 persen, atau setara dengan 4,1 juta penduduk usia produktif di rentang 15-64 tahun. Oleh karena itu, Wuryantono menekankan perlu adanya langkah yang lebih masif di lapangan.
"Karena salah satu penyumbang angka prevalensi nasional berasal dari Kota Banjarmasin, maka pada 2026 kita akan lebih mengintensifkan kembali upaya-upaya pencegahan terkait narkoba," ujarnya, Selasa, 10 Februari 2026.
Meski demikian, ia menyampaikan terjadi penurunan jumlah klien rehabilitasi di Klinik Pratama BNNK Banjarmasin. Tercatat pada tahun 2025, sebanyak 39 klien yang mengikuti rehabilitasi rawat jalan, angka ini menurun dibandingkan tahun 2024.
Penurunan jumlah klien rehabilitasi di tengah naiknya prevalensi nasional tersebut menjadi indikator bagi untuk memperkuat jangkauan layanan. Wuryantono menegaskan, pada tahun 2026 strategi penanganan mengedepankan langkah kolaboratif.
"Tentunya BNNK Banjarmasin tidak bisa sendiri, kita harus berkolaborasi lintas sektor untuk memaksimalkan hasil di lapangan," ucapnya.
Salah satu langkah yang terus diperkuat BNNK Banjarmasin adalah peran PIC di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin. Melalui sistem ini, program pengawasan dini dapat berjalan lebih masif di setiap instansi.
Selain itu, evaluasi berkala juga disiapkan terhadap program-program terobosan kreatif yang telah berjalan. Hal ini untuk memastikan seluruh upaya pencegahan mampu menekan angka penyalahgunaan narkotika di tahun 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....