“Bedah” Sungai Ahmad Yani, Menggempur Gunungan Sedimentasi
- 10 Feb 2026 09:48 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin bersiap menggelar gerakan besar-besaran pembersihan dan pengerukan sedimen di kawasan Jalan Ahmad Yani. Aksi ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026, sejak pagi hari dengan melibatkan seluruh kekuatan lintas sektor.
Tak tanggung-tanggung, kegiatan ini akan melibatkan seluruh SKPD, kecamatan, kelurahan, hingga TNI–Polri, yang dibagi ke dalam sejumlah zona kerja. Targetnya jelas: mengangkat sedimen sungai menggunakan ratusan karung di setiap wilayah demi menekan ancaman banjir perkotaan yang kian mengintai.
Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, menegaskan bahwa gerakan ini bukan agenda seremonial belaka, melainkan langkah serius membenahi wajah dan fungsi sungai kota. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini membuka peluang besar terciptanya perubahan nyata, tidak hanya pada kondisi fisik sungai, tetapi juga pada perilaku masyarakat dalam memperlakukan sungai sebagai urat nadi kehidupan kota.
“Gerakan ini bukan sekadar pengerukan lumpur, tapi upaya membangun kesadaran bersama bahwa sungai adalah tanggung jawab kita semua,” kata Yamin.
“Kolaborasi ini membuka peluang besar terciptanya perubahan nyata pada perilaku masyarakat dalam memperlakukan sungai sebagai urat nadi kehidupan," katanya.
Yamin berharap aksi kolektif tersebut menjadi titik balik bagi budaya bersih sungai di Banjarmasin. Pemerintah, kata dia, tidak ingin berhenti pada satu kegiatan semata, melainkan menjadikan normalisasi sungai sebagai program berkelanjutan di berbagai titik strategis.
“Kita ingin Banjarmasin lebih bersih, aman dari banjir, dan benar-benar layak huni. Ini komitmen jangka panjang,” ujarnya.
“Kegiatan ini juga tidak berhenti pada satu kegiatan semata, tapi menjadikan sebagai program berkelanjutan di berbagai titik strategis," katanya.
Dalam pelaksanaannya, Pemko Banjarmasin mengandalkan kekuatan internal lebih dari 7.000 ASN, ditambah partisipasi aktif masyarakat yang diharapkan menjadi mata dan telinga di lapangan. Kendati diakuinya langkah besar ini tidak lepas dari tantangan, seperti keterbatasan waktu, sumber daya, serta luasnya wilayah sungai menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya teratasi.
“Karena itu, kolaborasi lintas sektor mutlak diperlukan agar hasilnya bisa lebih cepat dan terasa,” ucapnya.
“Kita harapkan juga partisipasi aktif masyarakat untu turut Bersama-sama menjaga sunga," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....