Identitas Dua Korban Tewas Kecelakaan Maut di A. Yani Km 7 Kertak Hanyar Terungkap
- 12 Jul 2026 16:54 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Identitas kedua korban tewas pada kecelakaan maut di kawasan Jalan Ahmad Yani Km 7, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar kini terungkap. Berdasarkan identitas yang ditemukan petugas, kedua korban masing-masing bernama Muhammad Iqbal berusia 21 tahun asal Magelang, Jawa Tengah yang diduga sebagai pengendara mobil.
Sementara satu korban tewas lainnya adalah Putri Samaratul Husna berusia 24 tahun warga Manarap, Kabupaten Banjar penumpang sepeda motor. Sedangkan untuk empat korban lainnya hingga kini dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sebelumnya, peristiwa tragis yang melibatkan sebuah mobil serta satu unit sepeda motor ini terjadi pada Sabtu malam, 11 Juli 2026 sekitar pukul 23.45 Wita. Salah seorang warga, Munawir, menyebut mobil diketahui melaju kencang dari arah Banjarmasin sebelum akhirnya menabrak pengendara motor.
Usai menghantam pengendara motor, mobil dengan nomor polisi DA 1621 GE ini kemudian oleng ke sisi jalan. Kendaraan roda empat tersebut akhirnya tercebur ke dalam sungai yang berada di tepi jalan.
"Mobil itu dari dalam kota menuju luar kota. Katanya memang sudah mengebut," ujar Munawir kepada RRI.
Menurut keterangan warga, di dalam mobil tersebut mengangkut tiga penumpang di mana dua orang di antaranya berhasil keluar. Sementara sang sopir sempat terjepit di dalam kabin kemudi sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga.
Selain menyebabkan korban jiwa, kecelakaan maut tersebut juga menghancurkan sedikitnya tiga kios yang berada di tepi jalan. Lala, salah seorang pemilik kios, mengaku sangat terkejut karena kiosnya kini hancur total beserta seluruh isi dagangan di dalamnya.
"Tadi saya sudah tidur, terus dikabari kios ditabrak. Ini baru dibangun dua bulan," katanya.
Bangunan kios yang baru direnovasi sekitar dua bulan lalu tersebut terpantau roboh rata dengan tanah. Akibat kejadian tersebut, Lala memperkirakan total kerugian materiil yang ia derita mencapai Rp10 juta.
"Isinya masih utuh semua dagangannya. Saya cuma bawa pulang stok jualan rokok," ucap lala.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti dari peristiwa maut tersebut. Sementara itu, kondisi di tempat kejadian perkara kini masih terpantau roboh akibat hantaman kendaraan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....