CoE Banjarmasin di Bali Disorot: DPRD Pertanyakan Dampaknya?

  • 08 Feb 2026 13:41 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Launching Calendar of Event (CoE) tahun 2026 Kota Banjarmasin yang digelar di ICON Bali Mall, Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu, 7 Februari 2026, menuai sorotan dari DPRD Banjarmasin. Di tengah kebijakan efisiensi keuangan daerah, DPRD menegaskan setiap kegiatan promosi harus memiliki urgensi yang jelas, penggunaan anggaran yang efisien, serta manfaat yang terukur bagi daerah.

Apalagi berdasarkan data yang ditampilkan laman spse.inaproc.id mencantumkan paket pekerjaan langsung atau PL bernama Jasa Event Organizer Launching CoE Banjarmasin 2026. Kontrak kerja itu dibuat pada 3 Februari 2026 dengan nilai pagu paket sebesar Rp200 juta yang disedot dari APBD tahun 2026.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Hendra, menegaskan pihaknya tidak menolak promosi pariwisata ke luar daerah. Namun, ia mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial yang minim dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami tidak mempermasalahkan promosi daerah. Namun, di tengah efisiensi anggaran, setiap kegiatan harus berbasis urgensi, efisiensi, dan manfaat yang terukur,” kata Hendra.

“Indikator keberhasilannya juga harus jelas," katanya.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, pelaksanaan launching CoE di luar daerah harus disertai penjelasan terbuka kepada publik. Mulai dari tujuan kegiatan, target yang ingin dicapai, hingga indikator keberhasilan yang dapat diukur secara konkret.

“Launching di luar daerah perlu dijelaskan secara terbuka. Apa targetnya, apa indikator keberhasilannya,” ujarnya.

“Kemudian juga harus disampaikan apa dampaknya secara langsung bagi ekonomi dan PAD Banjarmasin. Itu yang akan kami dalami dalam fungsi pengawasan," katanya.

Hendra juga mengingatkan, promosi pariwisata tidak boleh berhenti pada seremoni peluncuran semata, karena tanpa langkah yang jelas akan berpotensi menghabiskan anggaran tanpa hasil signifikan. Ia menilai, Banjarmasin sejatinya memiliki potensi besar jika fokus menguatkan event unggulan berbasis budaya dan kearifan lokal, yang lebih autentik dan memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan.

“Sayang sekali jika ke luar daerah hanya sebatas launching. Harus ada upaya lanjutan yang bisa langsung berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan,” katanya.

“Banjarmasin harus punya event unggulan yang kuat. Misalnya Baayun Maulid, ini event budaya yang memiliki nilai heritage tinggi dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan," ucapnya.

Selain itu, Komisi II DPRD juga menyoroti pentingnya integrasi promosi pariwisata dengan kerja sama business to business (B2B), khususnya bersama agen perjalanan wisata. Menurutnya, wisatawan, terutama mancanegara membutuhkan kepastian paket wisata yang jelas, bukan sekadar informasi promosi.

“Kami berharap selain launching, ada integrasi promosi dengan travel agent. Wisatawan itu ingin paket yang jelas,” ujarnya.

“Mulai dari rencana perjalanan sampai benar-benar terealisasi berkunjung ke Banjarmasin," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....