Sulap Plastik Jadi BBM! Banjarmasin Gaspol Terapkan Pirolisis

  • 07 Feb 2026 07:52 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Bali – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mengambil langkah berani dan inovatif dalam menghadapi krisis sampah plastik yang selama ini dikenal sulit terurai. Tak lagi sekadar wacana, Pemko kini serius menggarap teknologi pirolisis, sebuah terobosan yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) hingga produk bernilai ekonomi tinggi.

Langkah strategis ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR saat melakukan peninjauan, Kamis, 6 Februari 2026 di Get Foundation JL. Raya Gering, Bali. Ia menekankan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi dipandang sebagai beban semata, melainkan peluang besar yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat.

Teknologi pirolisis ini telah dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan telah diuji coba di beberapa daerah, termasuk Banjarnegara dan Semarang. Teknologi ini menggunakan proses pirolisis untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar cair setara solar, yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar bagi masyarakat . 

Dalam peninjauan terbaru bersama yayasan pengelola "Get Plastic", Mesin pirolisis mampu memproses 10 kg hingga 200 kg sampah plastik dalam durasi 3 hingga 5 jam melalui proses pembakaran tanpa oksigen. Selain itu Mesin pirolisis juga menghasilkan produk black carbon (residu) yang bisa  di diolah menjadi asbak, plakat, kulit sintetis, bricket, hingga paving block. 

“Penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab satu instansi. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sampah harus kita ubah dari masalah menjadi peluang,” kata Wali Kota. 

“Persoalan sampah tidak bisa lagi dipandang sebagai beban semata, melainkan peluang besar yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

 Wali Kota menilai teknologi pirolisis sebagai salah satu solusi konkret yang mampu menjawab persoalan lingkungan sekaligus ekonomi. Melalui proses pembakaran tanpa oksigen, sampah plastik dapat diolah menjadi energi sekaligus menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

 “Teknologi pirolisis kami pandang sebagai alternatif yang mampu mengubah sampah plastik menjadi energi, sambil mengurangi volume sampah secara signifikan,” ujarnya

Setiap kebijakan harus membawa manfaat nyata, membuka peluang usaha, dan mengurangi tekanan lingkungan," ucapnya.

 Efektivitas teknologi ini dibuktikan secara langsung saat Wali Kota meninjau uji coba bersama yayasan pengelola Get Plastic. Mesin pirolisis yang digunakan mampu mengolah 10 hingga 200 kilogram sampah plastik hanya dalam waktu 3 hingga 5 jam.

 Hasilnya tak main-main. Dari proses tersebut dihasilkan energi berupa solar, bensin, dan minyak tanah, produk sampingan berupa black carbon (residu). Serta produk kreatif dari black carbon yang diolah menjadi asbak, plakat, kulit sintetis, briket, hingga paving block

 Menariknya, bensin hasil olahan sampah plastik itu bahkan langsung diuji pada sepeda motor,” ujarnya

Setelah tangki dikosongkan dan diisi BBM hasil pirolisis, mesin motor terbukti menyala dan berfungsi normal," katanya.

Dari sisi operasional, alat pirolisis ini dinilai cukup efisien dan ramah biaya. Untuk kapasitas 10 kilogram sampah plastik, mesin hanya membutuhkan satu tabung LPG dan daya listrik sekitar 200 hingga 600 watt.

 Pemko Banjarmasin pun berencana mengintegrasikan teknologi ini hingga ke tingkat kelurahan melalui kerja sama dengan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Skema ini diharapkan mampu mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

“Keberhasilan pengelolaan sampah adalah ketika masyarakat dan pemerintah berjalan bersama. Ini bukan hanya soal hari ini, tapi masa depan anak cucu kita,” ucap Wali Kota. 

“InsyaAllah, bismillah, kita wujudkan Banjarmasin yang lebih bersih, sehat, dan maju sejahtera," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....