CoE Banjarmasin Disorot! Disbudporapar Klaim Investasi Jangka Panjang

  • 06 Feb 2026 11:20 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Sorotan publik terhadap peluncuran Calendar of Event (CoE) 2026 Kota Banjarmasin yang digelar di ICON Bali Mall, Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu malam, 7 Februari 2026 dijawab oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin. Kepala Disbudporapar Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengklaim peluncuran CoE 2026 di Bali bukanlah pemborosan anggaran, melainkan bagian dari strategi besar membuka akses pariwisata Kota Banjarmasin ke level internasional.

“Dengan promosi di daerah destinasi internasional seperti Bali, ruang terbuka wisata Kota Banjarmasin bisa masuk ke panggung internasional,” ujar Ibnu Sabil, saat dikonfirmasi, Jumat, 6 Februari 2026. 

“Jadi bukan pemborosan anggaran, tapi bagian dari strategi untuk membuka akses pariwisata Kota Banjarmasin ke level internasional," katanya.

Menurutnya, BPulau Dewata merupakan titik temu wisatawan dunia, sehingga dinilai sangat efektif sebagai etalase untuk memperkenalkan potensi wisata Kota Seribu Sungai kepada pasar global. Tak berhenti pada promosi semata, peluncuran CoE 2026 di Bali juga dimanfaatkan untuk menjajaki kerja sama antarpemerintah daerah, untuk rencana kolaborasi dengan Pemerintah Kota Denpasar.

“Bali itu pusat wisata internasional. Wisatawan dari berbagai negara berkumpul di sana, sehingga sangat tepat untuk memperkenalkan potensi wisata Banjarmasin,” ujarnya. 

“Kami juga sedang menjajaki kerja sama dengan Pemkot Denpasar. Ke depan, ini akan mempermudah travel, organisasi pariwisata, komunitas, hingga hotel dan pelaku industri wisata untuk saling bertukar destinasi dan sasaran wisatawan, baik domestik maupun internasional." ucapnya.

Ia menambahkan, keberadaan penerbangan langsung Banjarmasin–Bali menjadi peluang besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Ibnu menekankan, dampak yang dibidik dari strategi promosi ini tidak hanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga penguatan ekonomi lokal, seperti UMKM, perhotelan, hingga ekonomi kreatif diharapkan ikut terdongkrak.

“Penerbangan langsung Banjarmasin–Bali itu peluang nyata. Ini menjadi bagian dari sasaran pengembangan wisata Banjarmasin agar lebih mudah diakses wisatawan,” katanya. 

“Harapan besar kami, dengan terbukanya pintu promosi ini, UMKM, perhotelan, dan sektor pendukung pariwisata lainnya bisa meningkat seiring bertambahnya jumlah wisatawan di Kota Banjarmasin," ujarnya.

Lebih jauh, Disbudporapar juga membidik peluang investasi dari luar daerah dan meningkatnya eksposur pariwisata Banjarmasin di tingkat nasional dan internasional diyakini akan menarik minat investor. Pemerintah Kota Banjarmasin pun optimistis, langkah promosi melalui peluncuran CoE 2026 di Bali merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan pariwisata sekaligus perekonomian daerah.

“Jika akses dan promosi wisata terbuka luas, kami juga berharap investor dari luar bisa ikut andil dalam pengembangan destinasi wisata yang ada di Kota Banjarmasin,” ujarnya. 

“Kita optimis akan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan pariwisata sekaligus perekonomian daerah," katanya,

Sebelumnya, keputusan Pemerintah Kota Banjarmasin meluncurkan CoE 2026 di ICON Bali Mall, Pantai Sanur, Denpasar, Bali, memantik perhatian publik, karena dilakukan di tengah kebijakan efisiensi yang sedang digalakkan. Berdasarkan data yang ditampilkan laman spse.inaproc.id mencantumkan paket pekerjaan langsung atau PL bernama Jasa Event Organizer Launching CoE Banjarmasin 2026 yang dibuat pada 3 Februari 2026 dengan nilai pagu paket sebesar Rp200 juta yang disedot dari APBD tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....