Inovasi Selamat Pagi Tekan Angka Stunting di Balangan

  • 05 Feb 2026 14:12 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Balangan - Upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Balangan terus menunjukkan hasil yang positif melalui berbagai inovasi layanan kesehatan. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Juai mengembangkan inovasi Selamat Pagi atau Sentral Keselamatan dan Pelayanan Gizi dengan cakupan sasaran yang lebih luas dan intervensi yang lebih komprehensif.

Inovasi ini bertujuan memastikan tumbuh kembang balita berjalan optimal melalui pelayanan gizi yang terintegrasi. Program ini menjadi salah satu strategi Puskesmas Juai dalam mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah Kecamatan Juai.

Inovator Selamat Pagi, Ma’ruf, mengatakan inovasi tersebut mengalami penguatan signifikan sejak tahun 2025. Ma’ruf menyebut, Sebelumnya program ini berfokus pada akurasi pengukuran tinggi badan dan identifikasi faktor risiko stunting.

“Kebaruan utama inovasi ini terletak pada perluasan sasaran. Tidak hanya balita stunting, program kini juga menyasar balita dengan masalah gizi lain seperti wasting dan underweight,” ujarnya, Rabu, 4 Februari 2026.

Selain perluasan sasaran, intervensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) juga mengalami pengembangan. PMT kini berbasis edukasi dengan mengacu pada pedoman Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan.

Melalui pendekatan tersebut, PMT tidak hanya berfungsi memperbaiki status gizi balita. Program ini juga menjadi sarana edukasi bagi orang tua mengenai komposisi makanan seimbang untuk anak.

Ma’ruf mengatakan pengembangan inovasi Selamat Pagi juga diperkuat melalui integrasi lintas sektor. Program ini melibatkan Polsek, TNI, Pemerintah Kecamatan, serta Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam pelaksanaan kunjungan rumah terpadu.

“Inovasi ini menitikberatkan pentingnya kualitas data awal. Pengukuran berat dan tinggi badan balita dilakukan menggunakan alat antropometri standar, disertai identifikasi faktor risiko spesifik melalui kunjungan rumah langsung, serta penguatan kolaborasi lintas program dan lintas sektor,” ujarnya.

Hingga saat ini, Dampak inovasi Selamat Pagi mulai dirasakan masyarakat di 16 desa yang berada di wilayah Kecamatan Juai. Akses layanan kesehatan bagi keluarga dengan keterbatasan mobilitas mengalami peningkatan melalui kunjungan rumah.

Ma’ruf menambahkan cakupan kunjungan rumah tercatat menjangkau sekitar 80 individu atau keluarga. Pendekatan ini mempermudah masyarakat mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.

“Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat. Angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Juai pada 2025 tercatat 18,25 persen, sudah berada di bawah target Kementerian Kesehatan sebesar 18,8 persen,” ucapnya.

Dengan pengembangan inovasi Selamat Pagi secara berkelanjutan, Puskesmas Juai optimistis dapat terus menekan angka stunting. Upaya ini sejalan dengan kebijakan nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....