Pasang Maksimum, BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob
- 30 Jan 2026 20:05 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah perairan Kalimantan Selatan. Wilayah pesisir dan muara Sungai Barito berpotensi mengalami pasang maksimum air laut.
Hal ini dipicu oleh fase perigee atau jarak terdekat bumi dan bulan yang terjadi pada 30 Januari 2026 dan bertepatan dengan fase bulan purnama pada 2 Februari 2026. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Ota Welly Jenni Thalo, mengatakan kondisi tersebut dapat memicu pasang maksimum, Jumat, 30 Januari 2026.
Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, BMKG mencatat potensi banjir pesisir atau rob dapat terjadi di sejumlah wilayah perairan. Wilayah-wilayah tersebut dinilai rawan terdampak karena berada di kawasan pesisir dan muara sungai.
“Fase perigee dan bulan purnama ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum di wilayah pesisir Kalimantan Selatan,” ujarnya. "Khususnya wilayah pesisir Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut, dan muara Sungai Barito."
Untuk wilayah perairan Kotabaru, potensi banjir rob diperkirakan terjadi pada 31 Januari hingga 6 Februari 2026. Pasang maksimum diprediksi berlangsung pada pukul 17.00 hingga 21.00 WITA dengan ketinggian air laut mencapai 2,8 meter.
Sementara itu, di wilayah perairan Sungai Barito, potensi banjir rob diperkirakan terjadi pada 30 Januari hingga 4 Februari 2026. Pasang maksimum diprediksi terjadi pada pukul 16.00 hingga 21.00 WITA dengan ketinggian air laut mencapai 2,6 meter.
BMKG mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak pasang maksimum air laut. Potensi rob dinilai dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di wilayah pesisir dan pelabuhan.
“Masyarakat di wilayah pesisir agar selalu waspada karena pasang maksimum air laut dapat mengganggu aktivitas keseharian," katanya. "Seperti transportasi di sekitar pelabuhan, kegiatan bongkar muat, permukiman pesisir, hingga aktivitas perikanan darat."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....