Bahuma Surung, Teknik Tanam Padi Musim Kemarau
- 30 Jan 2026 07:10 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Bahuma surung atau bahuma banih surung adalah sistem tanam padi yang dilakukan pada musim kemarau. Dengan masa panen berlangsung saat surung banyu atau musim penghujan.
Mengutip tulisan dari Urang Banjar dan Kebudayaanya yang diterbitkan Balitbangda Provinsi Kalsel, proses pengerjaan bahuma surung atau sawah surung ini, di musim kemarau panjang di mana ketika sawah-sawah di dataran rendah yang tidak dikerjakan rumputnya terbakar habis kemudian dibersihkan. Seterusnya ditanami benih padi secara langsung seperti ladang tegalan di gunung.
Bibit padi yang ditanam adalah benih pudak atau benih surung, yang umurnya atau lamanya enam bulan, sejak dari ditanam sampai selesai panen. Bibit di tanam menjelang musim penghujan ketika akan berakhir musim kemarau.
Bibit padi yang ditanam tidak melalui penyemaian tetapi langsung ditanam dengan tutugal atau sebatang kayu bulat. Sseperti alu yang pangkalnya agak runcing untuk membuat lubang pada tanah sawah yang akan ditanami benih padi.
Bibit padinya langsung dimasukkan kedalam lubang tersebut. Bibit-bibit padi yang ditanam pada pahumaan banih surung ini antara lain adalah uluran dan raden Jawa.
Daerah persawahan ini terdapat di Kabupaten Tapin di Kecamatan Candi Laras Utara dan Kecamatan Candi Laras Selatan dan Tapin Tengah dan sedikit di daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yaitu di sekitar desa Balimau. Bahuma surung ini hanya sementara saja atau selingan dari bahuma tahun, jika terjadi musim kemarau yang panjang di mana sawah-sawah yang terlantar terbakar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....