Nama Lahir Versus Nama Panggilan Dalam Budaya Jawa

  • 28 Jan 2026 22:52 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO. ID, Banjarmasin: Dalam budaya Jawa, nama tidak hanya berfungsi sebagai identitas administratif, tetapi juga mengandung makna simbolik, nilai filosofis, serta harapan orang tua terhadap masa depan anak. 

Akademisi dan budayawan Sulisno, S.Sn., M.A ketika mengisi acara Ragam Budaya Sambung Roso Pro4 RRI Banjarmasin, menjelaskan bahwa nama lahir umumnya diberikan melalui proses yang sarat pertimbangan spiritual, weton, dan doa. Nama tersebut menjadi identitas resmi sekaligus penanda awal relasi seseorang dengan keluarga dan nilai-nilai yang diwariskan sejak kelahirannya.

Namun, dalam praktik sosial sehari-hari, masyarakat Jawa kerap mengenal seseorang justru melalui nama panggilan. Nama panggilan ini lahir secara informal melalui interaksi sosial dan sering kali melekat lebih kuat dibanding nama lahirnya sendiri.

“Fenomena ini menunjukkan bahwa identitas dalam budaya Jawa bersifat kolektif dan kontekstual, dibentuk tidak hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh lingkungan sosial,” ujar Sulisno.

Ia menguraikan bahwa nama panggilan dalam budaya Jawa memiliki beragam pola, mulai dari berdasarkan ciri fisik, sifat atau perilaku, jabatan dan pekerjaan, hingga permainan bunyi dari nama asli. Selain itu, sumber penamaan juga banyak mengambil metafora dari nama binatang serta tokoh-tokoh wayang yang karakternya telah dikenal luas oleh masyarakat.

Lebih jauh, Sulisno menekankan bahwa nama panggilan memiliki fungsi sosial yang beragam. Di satu sisi, ia dapat mempererat keakraban, menjadi penanda identitas sosial, serta sarana ekspresi kreativitas bahasa. Namun di sisi lain, nama panggilan juga dapat berfungsi sebagai bentuk kontrol sosial, bahkan berpotensi menimbulkan stigma apabila digunakan tanpa empati.

Melalui dialog Ragam Budaya Sambung Roso ini, masyarakat diajak untuk lebih memahami makna di balik praktik penamaan dalam budaya Jawa, sekaligus lebih bijak dan beretika dalam menggunakan nama panggilan sebagai bagian dari interaksi sosial, agar tetap menjunjung rasa hormat dan nilai kemanusiaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....