Ramadan Berkualitas Dimulai dari Sya'ban
- 28 Jan 2026 09:34 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Akademisi UIN Antasari, Prof. Dr. Hj. Nuril Huda, M.Pd., menyebut bulan Sya‘ban sebagai momentum menata hati sebelum memasuki Ramadan. Hal itu disampaikannya dalam Program Tablig Udara RRI Pro 1 Banjarmasin, Selasa malam (27/1/2026).
Sya‘ban sering kurang diperhatikan karena berada di antara Rajab dan Ramadan. Banyak umat Islam, menurutnya, lebih fokus pada dua bulan tersebut sehingga Sya‘ban kerap terlewatkan.
Padahal, Sya‘ban disebut memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Bulan ini dijelaskan sebagai masa transisi spiritual untuk menyiapkan hati sebelum memasuki Ramadan.
"Sya‘ban kerap terlewat tanpa disadari, padahal bulan ini amal-amal kita diangkat kepada Allah, " ujarnya.
Sya‘ban, menjadi waktu evaluasi diri sebelum memasuki Ramadan. Fokusnya bukan hanya menambah ibadah, tetapi memperbaiki kualitas dan keikhlasan.
Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Asy-Syu'ara ayat 88–89 yang menjelaskan bahwa hanya orang dengan hati yang bersih yang akan selamat. Ia juga menyampaikan hadis riwayat Ibnu Majah tentang ampunan Allah pada malam pertengahan Sya‘ban, kecuali bagi orang musyrik dan mereka yang saling bermusuhan.
Menurutnya, persiapan utama Ramadan adalah membersihkan hati lebih dulu. Hal itu dilakukan dengan meluruskan niat, menghilangkan iri dan dendam, serta memperbaiki hubungan dengan orang lain.
Ia menambahkan amalan yang dianjurkan di bulan Sya‘ban antara lain puasa sunnah, memperbanyak doa, dan istighfar. Kebiasaan ibadah bertahap dinilai membuat umat tidak kaget saat Ramadan.
Semangat beribadah harus dibarengi kejernihan hati. Dengan persiapan batin, Ramadan bisa dijalani dengan iman yang kuat, sehingga ibadah membawa perubahan hidup.
“Jangan biarkan Sya‘ban berlalu tanpa makna. Mari menata hati agar siap menyambut Ramadan dengan ikhlas dan penuh keberkahan. Semoga Allah membersihkan hati kita dan menguatkan iman,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....