Pembangunan Trotoar Banjarmasin Meningkat, Pemanfaatan Masih Belum Optimal

  • 26 Jan 2026 22:45 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Upaya penataan trotoar di Kota Banjarmasin terus menunjukkan perkembangan seiring meningkatnya kebutuhan ruang bagi pejalan kaki. Meski demikian, pemanfaatan jalur pedestrian di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan.

Koordinator Koalisi Pejalan Kaki Kalimantan Selatan (KoPeKa), Cecep mengatakan pembangunan trotoar di Banjarmasin hingga saat ini terus mengalami peningkatan. Menurutnya, hal itu nampak dari jumlah dan panjang titik jalur pedestrian.

“Fakta dilapangan saat ini yang ada di Kalimantan Selatan, khususnya yang ada di Kota Banjarmasin kita cukup bergembira,” katanya “karena setiap tahun ada pertumbuhan dari panjang dan jumlah dari titik pedestrian trotoar.”

Namun, Cecep menyebut kualitas infrastruktur serta kesinambungan jalur pedestrian dinilai masih perlu dibenahi. Menurutnya, hal ini supaya akses pengguna jalan dapat berfungsi dengan baik.

“Cuma ada catatannya ada dari kondisi trotoarnya sendiri, kondisi pemanfataan trotoarnya sendiri bahkan sampai ke konsep nyambungnya,” ujarnya “Jadi kadang kalau namanya pedestrian bukan hanya di trotoar tapi secara umum konsep jalur pedestrian.”

Cecep menegaskan, keberadaan jalur pedestrian tidak hanya soal fungsi bagi pejalan kaki. Menurutnya, trotoar harus dirancang terintegrasi dengan tempat untuk mengakses transportasi umum.

“Jadi kita upayakan didalam pembangunan trotoar atau di jalur pedestrian itu diranah untuk penunjang mobilitas atau transportasi ,” ucapnya “itu bersinergi dengan halte halte dan sebagainya, jangan sampai di halte malah jalur pedestriannya gak ada.”

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Febpry Ghara Utama, menyebut hingga kini masih ditemukannya penyalahgunaan trotoar di lapangan. Ia menjelaskan sebagian jalur pedestrian masih dimanfaatkan di luar fungsi utamanya.

“Jadi memang kondisi trotoar di lapangan saat ini setiap tahun tumbuh Alhamdulillah,” katanya “namun saat ini memang ada beberapa trotoar yang menjadi kegiatan usaha yang fungsinya sebagaian tidak untuk pejalan kaki.”

Fepbry menjelaskan untuk penertiban pelanggaran dilakukan secara bertahap melalui berbagai pendekatan kepada pihak terkait. Hal ini suapaya masyarakat mengetahui fungsi jalur bagi pejalan kaki harus diutamakan.

“Keberadaan umkm ada usaha yang ada dipinggir trotoran itu dilakukan sosialisasi,” ujarnya “bahwa pengguna trotoar itu sejati adalah untuk pejalan kaki.”

Febry juga menambahkan, pemerintah kota telah merancang konektivitas trotoar dengan akses transportasi. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung mobilitas pejalan kaki secara berkelanjutan.

“Keberlanjutan tentang transportasi pejalan kaki itu sudah kita konsepkan,” ucapnya “Sudah kita integrasikan dengan beberapa moda yang ada di darat dan di sungai, contohnya ada di jalan Hasanuddin, depannya ada halte bus transbanjarmasin.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....