Gudang Aset Mati Dibongkar, Pemko Banjarmasin Siap Lelang
- 26 Jan 2026 17:26 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Badan Pendapatan Keuangan, Pajak dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin mulai “membersihkan” gudang aset daerah yang tak lagi terpakai. Aset milik Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang rusak, kadaluwarsa, hingga tak produktif kini diinventarisasi untuk dilelang demi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala BPKAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, menegaskan pendataan aset ini dilakukan rutin setiap tahun dan menjadi pintu masuk penertiban aset daerah. Ia menjelaskan, proses verifikasi tidak dilakukan langsung oleh BPKPAD, melainkan oleh tim khusus lintas SKPD yang melibatkan pengelola barang.
“Tiap tahunnya kami meminta SKPD melakukan inventarisasi aset-aset yang tidak terpakai. Setelah itu diverifikasi, apakah sesuai yang dilaporkan,” ujar Edy. “Tim ini terdiri dari SKPD yang tergabung termasuk pengelola barang”.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan aset hilang, SKPD wajib melampirkan surat kehilangan dari kepolisian. Sementara aset yang rusak berat atau tak lagi produktif akan masuk tahap pelelangan, namu BPKPAD bukan pihak yang membuka lelang.
“Kalau dalam pemeriksaan ditemukan aset hilang, SKPD wajib melampirkan surat kehilangan dari kepolisian,” ucapnya. “Proses yang membuka lelang bukan dari kami, melainkan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang). Sekarang sudah berproses dan menunggu antrean”.
Setelah verifikasi dari KPKNL rampung, barulah aset-aset tersebut diumumkan ke publik untuk dilelang dan jenisnya pun beragam, tidak hanya kendaraan. Termasuk pula alat berat milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin yang sudah tak berfungsi yang bisa dilelang dalam kondisi utuh maupun bercurai.
“Tidak roda dua dan empat saja. Termasuk bekas bongkar jembatan, kayu-kayu, puing-puing, sampai alat-alat komputer yang tidak dipakai itu akan dilelang,” kata Edy. “Kita sudah berkoordinasi dengan KPKNL untuk meminta petunjuk. Mudah-mudahan di tahun 2026 ini bisa dilelang semua”.
Selain dilelang, aset yang rusak parah juga berpeluang dihibahkan, misalnya ke bank sampah dan pihaknya telah menginventarisasi kendaraan roda dua, roda empat, serta berbagai aset lain yang siap masuk tahap pelelangan. Edy menambahkan, pelelangan aset ini juga akan diikuti proses penghapusan aset secara administratif agar tidak lagi membebani neraca daerah.
“Mudah-mudahan Februari atau Maret ini sudah bisa dilaksanakan proses lelang tahap pertama untuk roda dua dan roda empat,” katanya. “Dengan penghapusan aset melalui proses lelang ini, tentu bisa menambah income untuk PAD. Tapi yang jelas semua harus memenuhi syarat dan prosedur”.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....