PLN UID Kalselteng Perkuat Sinergi untuk Transisi Energi
- 13 Jan 2025 09:22 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarbaru: PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) semakin menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi energi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Langkah konkret ini diwujudkan dengan memperpanjang tujuh kontrak kerja sama serta menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk pemanfaatan tenaga listrik berlebih (Excess Power) berbasis EBT.
Executive Vice President Pengendalian Pembangkit dan IPP PT PLN (Persero) Emir Muhaimin menyampaikan apresiasi atas sinergi antara PLN dan perusahaan mitra dalam memanfaatkan sumber energi terbarukan, seperti biogas dan biomassa. “Kami turut bangga dengan pertumbuhan pembangkit berbasis energi terbarukan. Pemanfaatan bahan baku dari limbah ini tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap pencapaian lingkungan yang lebih baik,” ujarnya, Minggu (12/1/2025).
Perusahaan yang menandatangani kontrak perpanjangan pemanfaatan Excess Power dengan PLN UID Kalselteng meliputi beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm). Di antaranya adalah PLTBg Maju Aneka Sawit, PLTBg Sukajadi Sawit Mekar, PLTBg Unggul Lestari di Kotawaringin Timur, PLTBg Sawit Graha Manunggal di Barito Timur, PLTBg Tapian Nadenggan di Seruyan, serta PLTBm Korintiga Hutani di Kotawaringin Barat.
Adapun total kapasitas daya yang dihasilkan dari kerja sama ini mencapai 22,1 Megawatt (MW), dengan pemanfaatan excess power sebesar 10,6 MW. Selain itu, PLN UID Kalselteng juga menjalin kerja sama baru dengan PT Multipersada Gatramegah untuk memanfaatkan excess power sebesar 1,6 MW dari PLTBg yang mereka kelola.
General Manager PLN UID Kalselteng, Ahmad Syauki, menuturkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai swasembada energi. “Kalimantan memiliki potensi sumber daya terbarukan yang besar, seperti biogas dari limbah pabrik kelapa sawit dan biomassa dari limbah kayu yang dapat digunakan untuk pembangkit listrik,” ucapnya.
Ahmad Syauki juga menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan. Meski saat ini kapasitas pembangkit EBT di Kalselteng baru mencapai 42,6 MW atau sekitar 3,8 persen dari total daya pasok, potensi pengembangannya sangat besar.
Beberapa proyek yang tengah direncanakan termasuk PLTA Busang, PLTA Kusan di Tanah Bumbu, hingga PLTS Terapung di Riam Kanan. “Kami optimistis dengan terus memperkuat kolaborasi, transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau akan semakin cepat tercapai,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....