Pedagang Pasar Kuripan Kedapatan Jula Komoditas di Atas HET

  • 16 Mar 2026 13:19 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan dari Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kuripan, Senin Maret pagi. Sidak ini dilakukan untuk memantau harga serta ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan. Sekaligus memastikan tidak ada praktik permainan harga yang merugikan masyarakat.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut dipimpin oleh Kompol Suryanthi bersama sejumlah personel Satgas Pangan. Tim menyusuri los-los pasar dan berdialog langsung dengan para pedagang untuk mengecek harga jual serta kondisi stok bahan pangan di lapangan.

Dari hasil pemantauan, secara umum stok bahan pokok di pasar tersebut terpantau dalam kondisi aman. Namun, petugas menemukan beberapa komoditas yang masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.

Kompol Suryanthi menjelaskan, salah satu komoditas yang menjadi sorotan adalah beras premium. Di salah satu pedagang, beras premium dijual di kisaran Rp15.400 hingga Rp16.000 per kilogram, sementara HET yang ditetapkan pemerintah berada di angka Rp15.400 per kilogram.

Selain itu, harga cabai rawit merah juga tercatat cukup tinggi. Seorang pedagang menjual cabai rawit merah seharga Rp90.000 per kilogram, jauh di atas harga acuan yang berkisar antara Rp40.000 hingga Rp57.000 per kilogram. Sementara untuk cabai keriting, harga yang ditemukan berada di angka Rp50.000 per kilogram dan masih dalam rentang harga acuan.

Komoditas lain yang juga tercatat di atas acuan adalah daging sapi. Salah satu pedagang menjual daging sapi seharga Rp160.000 per kilogram. Sedangkan harga acuan pemerintah berada pada kisaran Rp80.000 hingga Rp140.000 per kilogram.

Meski demikian, sejumlah bahan pokok lain seperti telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, gula pasir, serta minyak goreng rakyat Minyakita masih dijual sesuai harga acuan dengan kondisi stok yang juga aman.

Kompol Suryanthi menegaskan, temuan tersebut akan menjadi perhatian pihaknya dan akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Termasuk dinas perdagangan dan lembaga pengawas pangan.

“Kami akan terus melakukan pemantauan agar harga tetap stabil dan masyarakat tidak dirugikan. Kami juga mengimbau pedagang untuk menjual sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila ditemukan indikasi penimbunan atau praktik permainan harga yang meresahkan masyarakat, pihaknya tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan hukum. Sidak ini merupakan bagian dari upaya preventif Satgas Pangan Polda Kalsel untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, terutama menjelang bulan suci Ramadan di wilayah Kalimantan Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....