Ramadan Tekan Perilaku Konsumtif Masyarakat
- 01 Mar 2026 08:25 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Bulan Ramadan seharusnya menjadi momentum pengendalian diri, termasuk dalam pola konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat saat berpuasa. Fenomena lonjakan pengeluaran rumah tangga ini menjadi perhatian dalam dialog “Nur Ramadan” RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 28 Februari 2026, bersama Ustaz H. Haris Faulidi Asnawi, Lc., M.SI.
Ustaz Haris menjelaskan bahwa Islam tidak melarang umat menikmati hidangan berbuka, tetapi melarang perilaku berlebihan atau israf yang dapat menghilangkan nilai spiritual Ramadan. Al-Qur’an mengingatkan umat untuk makan dan minum tanpa melampaui batas agar tidak terjebak dalam perilaku pemborosan.
“Ramadan bukan bulan pelampiasan setelah menahan lapar seharian, melainkan latihan mengendalikan hawa nafsu, termasuk dalam pengelolaan keuangan keluarga,” ujarnya.
Menurut Ustaz Haris, keberkahan harta tidak diukur dari besarnya pengeluaran atau banyaknya makanan yang tersaji. Harta yang berkah berasal dari sumber yang halal, digunakan secara amanah, serta disucikan melalui zakat, infak, dan sedekah.
Baca juga: https://rri.co.id/banjarmasin/ramadan/2226576/ramadan-tingkatkan-kepedulian-sosial-dan-pengelolaan-harta-berkah
Ia menambahkan bahwa pengelolaan harta secara bijak dapat memberikan dampak sosial yang luas. Kepedulian sosial menjadi bagian penting dari ajaran Islam dalam membangun keseimbangan kehidupan masyarakat.
Melalui Ramadan, masyarakat diharapkan mampu mengubah orientasi konsumsi menjadi kepedulian sosial. Dengan demikian, ibadah puasa tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga menghadirkan keseimbangan antara kehidupan ekonomi dan spiritual.
Ramadan juga dipandang sebagai sekolah karakter yang membentuk kesederhanaan dan tanggung jawab sosial. Nilai tersebut diharapkan terus bertahan setelah bulan suci berakhir dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....