Pasar Wadai Ramadan, Tradisi dan Peluang Ekonomi Masyarakat Banjar

  • 28 Feb 2026 07:54 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Keberadaan pasar wadai saat bulan Ramadan di kalangan masyarakat Banjar tidak pernah terlewatkan. Hal ini dibahas Akademisi UIN Antasari, Dra. Mulyani, M.Ag., bersama mahasiswinya, Mutia Rahmah, dalam program Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin, Jumat, 27 Februari 2026.

Dra. Mulyani menjelaskan, pasar wadai ada yang difasilitasi pemerintah maupun dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Di Banjarmasin, pasar wadai pemerintah berlokasi di Siring Nol Kilometer, sedangkan di Banjarbaru bertempat di Lapangan Murdjani.

Ia menyebut, pasar wadai menjadi peluang ekonomi bagi ibu-ibu yang biasanya tidak berjualan. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga guna memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Bulan Ramadan ini membawa banyak keberkahan," ujar Dra. Mulyani. "Kue-kue basah yang biasanya jarang ditemui pada hari biasa justru banyak dijumpai saat Ramadan, seperti wadai ipau dan aneka jajanan tradisional lainnya."

Wadai ipau meskipun bukan berasal dari Kalimantan Selatan, namun cukup digemari masyarakat Banjar. Selain itu, terdapat pula berbagai kue tradisional seperti amparan tatak dan bingka kentang yang menjadi favorit pembeli.

Mutia, mahasiswi UIN Antasari asal Kalimantan Utara, turut membagikan pengalamannya saat pertama kali mengunjungi pasar wadai di Banjarbaru. Menurutnya, tidak hanya aneka kue yang dijual, tetapi juga pernak-pernik serta pakaian muslim.

Keduanya mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar lokasi pasar wadai. Kesadaran tersebut dinilai penting, baik bagi pedagang maupun pembeli, demi kenyamanan bersama dan kelestarian lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....