Jaga Kondusifitas Malam Ramadan, Balap Liar di Banjarmasin Bakal Diburu!
- 22 Feb 2026 05:39 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota bersama aparat kepolisian kembali menunjukkan “taringnya” dalam menjaga stabilitas keamanan selama bulan suci Ramadan. Patroli gabungan yang digelar Minggu dini hari, 22 Februari 2026, bukan sekadar agenda seremonial, melainkan respons atas meningkatnya potensi gangguan ketertiban masyarakat di malam hari.
Apel gabungan digelar di halaman Polresta Banjarmasin dan dipimpin langsung oleh Wali Kota, H. M. Yamin HR bersama Kapolresta, Kombes Pol. Cuncun Kurniadi. Kehadiran pimpinan daerah di lapangan menjadi pesan tegas, bahwa Ramadan bukan ruang bebas bagi pelanggar ketertiban.
Sasaran patroli jelas; yaitu balap liar, kerumunan remaja hingga potensi konflik sosial yang kerap muncul selepas tarawih hingga menjelang sahur. Usai apel, rombongan bergerak menyisir kawasan Siring Bekantan menuju Jalan A. Yani Km 1–6, berlanjut ke Jalan Pramuka, Jalan Veteran, hingga Kampung Gadang.
Patroli kemudian melintasi Jembatan Pasar Lama dan berakhir di Siring 0 KM Eks Kantor Gubernur yang menjadi titik kumpul aktivitas warga di pusat kota. Di sela patroli, Yamin menegaskan komitmennya untuk memastikan keamanan selama Ramadan tetap terjaga.
“Kami turun langsung malam ini untuk memastikan keamanan selama Ramadan tetap terjaga," kata Yamin.
"Patroli ini dilakukan sejak awal Ramadan hingga berakhir, agar masyarakat bisa beribadah dengan tertib, aman, dan khusyuk,” ucapnya lagi.
| Baca juga: Ramadan Bulan Ampunan dan Sumber Kebahagiaan |
Namun di balik langkah preventif ini, realitas di lapangan tak bisa diabaikan. Aktivitas balap liar dan nongkrong hingga larut malam masih menjadi pekerjaan rumah, sehingga pendekatan persuasif memang dikedepankan, tetapi tanpa kesadaran kolektif patroli berisiko hanya menjadi rutinitas musiman.
"Kita akui, rendahnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak di malam hari menjadi tantangan serius. Remaja yang berkumpul tanpa kontrol kerap memicu gesekan sosial," ujarnya.
"Penindakan bukan satu-satunya cara. Kami juga mengedepankan edukasi dan pendekatan persuasif, khususnya kepada anak-anak dan remaja,” kata Yamin lagi menambahkan.
Sinergi antara pemko, kepolisian, dan aparat penegak perda menjadi kunci, namun penguatan peran tokoh masyarakat dan keluarga dinilai tak kalah penting. Tanpa keterlibatan aktif orang tua dan lingkungan, potensi gangguan keamanan akan terus berulang setiap Ramadan.
Langkah preventif ini diharapkan tak berhenti pada patroli simbolik. Ramadan di Banjarmasin bukan hanya tentang kemeriahan malam dan keramaian tepian sungai, tetapi tentang memastikan ruang publik tetap aman dan kondusif bagi seluruh warga.
Sementara itu, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol. Cuncun Kurniadi menegaskan bahwa patroli rutin akan terus dilakukan, khususnya pada malam hingga dini hari. Tujuannya untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan seperti balap liar, petasan, maupun tindak kriminalitas lainnya.
"Dengan monitoring langsung dari pimpinan daerah dan kepolisian ini, diharapkan kondisi kamtibmas di Kota Banjarmasin selama Ramadan tetap aman, tertib, dan kondusif," ujarnya. "Semoga potensi gangguan keamanan seperti balap liar, petasan, maupun tindak kriminalitas lainnya juga bisa diantisipasi," ucapnya, mengkahiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....