Ramadan Bentuk Karakter dan Kedewasaan Spiritual

  • 20 Feb 2026 19:14 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Ramadan dipahami sebagai proses pendidikan karakter yang membentuk kedewasaan spiritual umat Islam. Dalam siaran Nur Ramadan RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 20 Februari 2026, Ustaz H. Hanafi, M.A., menegaskan bahwa pengendalian diri merupakan inti tujuan ibadah puasa.

Ustaz Hanafi menjelaskan, puasa melatih kemampuan menahan dorongan yang sebenarnya mampu dilakukan. Inilah esensi ketakwaan, yakni kesadaran untuk memilih kebaikan meskipun memiliki peluang untuk melanggar.

Menurutnya, puasa tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga membangun benteng moral yang melindungi perilaku manusia. Konsep puasa sebagai perisai menunjukkan bahwa ibadah ini berfungsi menjaga integritas pribadi secara menyeluruh.

Pengendalian lisan menjadi indikator utama kualitas puasa. Ia menilai tantangan terbesar di era modern bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan menahan respons verbal, termasuk kritik emosional, ujaran impulsif, dan komunikasi yang berpotensi melukai.

Selain itu, puasa melatih stabilitas emosi. Kesadaran diri saat menghadapi konflik menjadi latihan psikologis yang membentuk ketahanan mental. Individu yang mampu mengelola amarah dinilai memiliki kekuatan moral yang lebih matang.

Dimensi lain yang ditekankan adalah integritas batin. Karena puasa bersifat personal dan tidak dapat diawasi manusia, ibadah ini membentuk kejujuran intrinsik yang menjadi fondasi etika sosial.

Melalui pemahaman tersebut, Ustaz Hanafi menegaskan Ramadan dipandang sebagai sistem pendidikan ruhani yang menyeimbangkan kepatuhan ritual dan kematangan akhlak. Ukuran keberhasilannya bukan sekadar perubahan pola makan, melainkan transformasi karakter yang tetap bertahan setelah Ramadan berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....