Kue Basah Banjar Andalan Berbuka Puasa saat Ramadan
- 20 Feb 2026 21:10 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Momentum Bulan Suci Ramadan selalu identik dengan beragam tradisi, salah satunya menikmati kur basah khas Banjar atau wadai Banjar. Masyarakat Kalsel umumnya menilai, keberadaan kue tradisional ini menjadi pelengkap suasana berbuka puasa. Jum’at, 20 Februari 2026
Salah satu penjual kue basah yang masih bertahan hingga kini adalah Warung Mama Lia, yang terlah berjalan sekitar 25 tahun. Adapun warung tersebut, kini dikelola oleh Fahrulraji, generasi penerus uang melanjutkan usaha orang tuanya.
“Sejak dulu kami menjual kue tradisional khas Banjar seperti lapis India, lapis coklat, putri selat, puding gula merah, dan sari pengantin,”ujarnya “Semua ini resep orang tua kami, yang dulu berjualan di Pasar Pandu sekitar 15 tahun, lalu pindah ke Pasar Sentra Antasari.”
Berbagai macam jenis kue basah khas Banjar dijual di Warung Mama Lia, antara lain sari muka lakatan, amparan tatak, lapis India, sari pengantin, hingga putri selat. Seluruh jenis kue dipatok dengan harga terjangkau, Rp12.000 per porsi.
“Resep dan proses pembuatan kue kami tidak banyak berubah sejak pertama kali dirintis,”ucapnya. “Hal ini menjaga cita rasa tetap menjadi prinsip utama agar pelanggan lama setia dan pembeli baru terus berdatangan.”
Pada bulan Ramadan, permintaan terhadap wadai tradisional cenderung meningkat. Hal ini sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil di Banjarmasin, khususnya para penjual di kawasan Pasar Sentra Antasari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....