Merasakan Nuansa Syahdu Bertarawih di Masjid tengah Kota

  • 20 Feb 2026 20:49 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Memasuki malam ke-4 Ramadan 1447 H, suasana ibadah di Masjid An-Nur bank mandiri di Jalan Bank Rakyat No.17, Banjarmasin Tengah, berlangsung penuh kekhusyukan. Para jemaah mulai memadati area masjid sejak Maghrib hingga pelaksanaan salat Isya berjemaah yang dilanjutkan dengan salat Tarawih.

Pada pukul 20.15 WITA, imam memandu dimulainya salat Tarawih setelah sebelumnya memberikan penjelasan mengenai teknis ibadah malam itu. Masjid yang berada di kawasan strategis, ini menerapkan skema 11 rakaat, yang terdiri dari 8 rakaat Tarawih dengan format dua kali salam (4-4) dan ditutup dengan 3 rakaat Witir dalam satu kali salam.

Meski berlokasi di area bisnis yang cukup padat, Masjid An-Nur menawarkan ketenangan tersendiri bagi para pencari kekhusyukan. Posisi bangunan yang sedikit masuk ke dalam dari jalur utama membuat kebisingan kendaraan di pusat kota tidak terdengar hingga ke ruang utama salat, sehingga atmosfer ibadah tetap terjaga.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme jemaah masih cukup tinggi di malam keempat ini. Area utama masjid tampak dipenuhi jamaah laki-laki sampai lima shaf di area bawah. Sementara untuk jemaah perempuan menempati area lantai atas guna menjaga privasi dan kenyamanan selama beribadah.

Suasana di didepan Masjid An - Nur mandiri (foto: RRI/Awan)

Bustomi, salah seorang jemaah dari Soetoyo.S mengatakan, rutin memilih masjid ini sebagai tempat beribadah selama Ramadan. Menurutnya, meskipun jumlah rakaatnya lebih sedikit dibandingkan beberapa masjid lain, durasi ibadahnya tetap berkualitas karena lantunan ayat yang dibacakan imam cukup panjang dan tertata.

“Sebenarnya walaupun 11 rakaat tapi bacaannya panjang, jadi sama saja seperti masjid lain durasinya. Di sini karena masjidnya tidak terlalu besar dan agak ke dalam, jadi tenang, tidak berisik bunyi kendaraan berseliweran,” ujar Bustomi saat ditemui diparkiran Masjid, Jumat (20/2/2026) malam,.

Kenyamanan inilah yang membuat Masjid An-Nur tetap memiliki jemaah setia meski di tengah kepungan gedung-gedung perkantoran. Masjid ini memang menjadi pilihan bagi masyarakat sekitar maupun para pekerja di kawasan tersebut pada jam kerja.

Pengelolaan yang rapi serta fasilitas yang bersih menjadi daya tarik tersendiri. Terbukti dengan konsistensi jumlah jemaah yang hadir setiap malamnya untuk menunaikan rukun Islam dan menghidupkan malam-malam Ramadan.

Dengan selesainya ibadah sebelum pukul sembilan malam, para jemaah tampak membubarkan diri dengan tertib. Beberapa di antaranya masih bertahan untuk melanjutkan tadarus Al-Qur'an secara mandiri, memanfaatkan suasana tenang masjid sebelum kembali ke rutinitas masing-masing di jantung Kota Seribu Sungai.

Beberapa jamaah pulang setelah selesai ibadah malam ke-4 (foto : RRI/Awan)
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....