Kejuaraan Domino Merah Putih Banjarmasin Sukses Digelar, WCD Sabet Juara Pertama

  • 30 Agt 2026 15:32 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kejuaraan Domino Merah Putih yang digelar oleh Pengcab Olahraga Domino Indonesia (Orado) Kota Banjarmasin resmi berakhir pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Ajang ini ditutup secara langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kota Banjarmasin, Muhammad Ikhsan Alhak di Gedung Sekretariat Bersama Khatib Dayan.

Ajang bergengsi yang berlangsung selama dua hari sejak 28 Agustus 2026 ini diikuti oleh 128 peserta yang terbagi ke dalam 64 tim. Ketua Pengcab Orado Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri, mengatakan antusiasme peserta pada kejuaraan ini sangat tinggi, terbukti dengan peserta yang berasal dari berbagai daerah.

“Awalnya memang target kita untuk Kota Banjarmasin saja, tapi antusiasnya tinggi, ternyata masuk juga dari daerah tetangga dan kami mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta yang berantusias pada kejuaraan ini,” ujar Rikval Fachruri.

Tingginya minat peserta pada kejuaraan ini membuat panitia harus membatasi pendaftaran. Rikval menyebut, hal ini dikarenakan masih terbatasnya perangkat pertandingan yang ada di Kota Banjarmasin, sehingga belum bisa mengakomodir peserta dalam jumlah yang banyak.

"Sebenarnya dari 64 tim itu masih banyak yang mau daftar dan masuk waiting list, hanya saja terpaksa kita batasi karena keterbatasan jumlah wasit. Wasit kita di Banjarmasin hanya ada tiga orang dan sisanya pinjam dari provinsi,” ucapnya.

Melihat kondisi tersebut, Pengcab Orado Kota Banjarmasin berharap kedepan jumlah wasit yang ada di tiap kabupaten/kota dapat ditambah. Langkah ini penting agar kapasitas kompetisi di tingkat kota bisa terus ditingkatkan.

“Mudah-mudahan ke depan pengurus provinsi bisa membuka lagi untuk pelatihan wasit, ya. Pelatihan wasit atau nanti kita di kota diperbolehkan untuk bisa melatih wasit sendiri, minimal ya asisten wasitlah. Tergantung nanti regulasinya seperti apa,” katanya.

Kejuaraan ini mendapat apresiasi tinggi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banjarmasin. Ketua KONI Kota Banjarmasin, H. Hermansyah menilai bahwa ajang ini sukses menyedot perhatian antusiasme masyarakat dengan peserta yang mencapai ratusan.

Hermansyah juga menyampaikan harapan besarnya agar ajang kompetisi domino ini tidak hanya berhenti di satu pelaksanaan saja. Pihaknya mendorong agar kejuaraan rutin dapat diagendakan, untuk menjadi wadah dalam pembinaan atlet domino.

"Kita berharap, Kejuaraan Domino Merah Putih ini kalau bisa tiap tahun rutin dijadikan suatu agenda khusus, jadi dua agenda utama itu kan skala prioritasnya, setahun itu dua kali ada event, itu kita berharap tiap tahun ada," ucapnya.

KONI Kota Banjarmasin juga menyebut bahwa tingginya partisipasi masyarakat membuktikan olahraga domino semakin diminati berbagai kalangan. Selain menjadi wadah pencapaian prestasi, domino dinilai sebagai sarana pemersatu sosial yang tidak membedakan latar belakang seseorang.

"Bukan hanya selain pada prestasi, itu juga menghibur dan dijadikan pemersatu masyarakat, khususnya kelas bawah maupun menengah ke atas itu kan kalau main samalah. Oleh sebab itu, ini jadi momen kita untuk menggalakkan domino ini agar di PON nanti betul-betul dipertandingkan, bukan hanya eksebisi," katanya.

Sementara itu, Ketua Pengprov Orado Kalimantan Selatan, M. Rizwan Arifin memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan ajang ini. Pihaknya terus mendorong agar kompetisi di daerah dapat terus dipertahankan dan berkelanjutan.

"Menurut kami, Pengcab Kota Banjarmasin sangat sukses menyelenggarakan pertandingan kejuaraan pada hari ini. Harapan kami untuk ke depannya terus melanjutkan gelaran turnamen-turnamen yang ada di Kota Banjarmasin," ujarnya.

Menanggapi keterbatasan perangkat pertandingan di tingkat kota, Pengprov Orado Kalsel juga berencana menggelar pelatihan wasit dalam waktu dekat. Langkah ini diambil sebagai komitmen untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan turnamen domino di Kalimantan Selatan.

"Sebenarnya kami sebentar lagi juga akan mengadakan TOT lagi untuk penambahan wasit, memang dari Provinsi Kalimantan Selatan sendiri pun masih kekurangan. Jadi dalam waktu dekat kami juga akan segera untuk melakukan training trainer untuk wasit," ucapnya.

Selain memperkuat kapasitas wasit, Pengprov Orado Kalsel bersama Pengcab juga terus menggencarkan program sosialisasi ke berbagai lembaga pendidikan. Program tersebut kini sudah mulai merambah ke sejumlah sekolah hingga kampus.

"Saat ini sudah kita sampaikan juga ke teman-teman dari Pengcab untuk segera mensosialisasikan ke sekolah-sekolah dan kampus. Dan kemarin juga dari Kota Banjarmasin sudah melakukan hal tersebut ke UIN, semoga ini bisa terus dimasifkan kedepan,” katanya.

Dari Hasil kejuaraan ini, tim WDC keluar sebagai juara pertama, disusul tim Pewaluhan di urutan kedua, serta tim Emperor yang memborong juara ketiga dan keempat. Hasil ini diharapkan dapat memicu semangat para pemain dan atlet domino untuk semakin meningkatkan kemampuan dan mental dalam bertanding.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....