Kejuaraan Ski Air dan Wakeboard Wali Kota Cup 2026 Jadi Wadah Pembinaan Atlet
- 24 Agt 2026 07:44 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kejuaraan Ski Air and Wakeboard Wali Kota Cup 2026 resmi digelar di kawasan Siring Depan Balai Kota Banjarmasin, Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin, sebagai ajang silaturahmi sekaligus pembinaan atlet di Kota Banjarmasin.
Wali Kota Banjarmasin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah menggelar kejuaraan dalam memeriahkan rangkaian Harjad ke-500 Tahun Kota Banjarmasin. Menurutnya, ajang ini penting untuk mengenalkan olahraga andalan kepada masyarakat di Kota Seribu Sungai.
"Kita bersyukur acara hari ini bisa berjalan dengan lancar. Kita berharap acara ini bisa menjadi wadah silaturahmi bagi seluruh pencinta dan masyarakat ski air," ujar
Ia menjelaskan pemko sangat mendukung lahirnya atlet-atlet Ski Air and Wakeboard muda baru dari Banjarmasin. Terlebih, selama ini sudah ada wakil daerah yang berhasil mengukir prestasi hingga tingkat internasional.
"Ini salah satu cabang olahraga menantang, mudah-mudahan bisa menciptakan bibit-bibit baru. Kita sangat mengapresiasi perwakilan dari Kota Banjarmasin yang bisa mengikuti ajang nasional bahkan internasional yang hari ini juga ikut bermain," ucapnya.

Selain pembinaan, Wali Kota juga menyoroti, lokasi Sungai Martapura yang digunakan untuk kegiatan kejuaraan. Pihaknya tetap berusaha untuk menyediakan lokasi yang representatif bagi Atlet Ski Air dan Wakeboard.
Ia mengakui, pemanfaatan sungai Martapura sebagai venue olahraga ini masih bersinggungan dengan aktivitas masyarakat. Karena itu, diperlukan lokasi khusus yang dapat menujang latihan maupun penyelenggaran kejuaraan secara optimal.
“Memang ini di daerah Sungai Martapura dan ada aktivitas warga kita. Ini pastinya agak mengganggu, tetapi masih bisa kita gunakan untuk lomba, latihan, dan sebagainya,” ujarnya.
Ke depan, Pemko Banjarmasin berencana menyiapkan tempat latihan khusus untuk memfasilitasi para atlet. Pihaknya, memilih Pulau Insan yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang proses latihan agar tidak terganggu dengan aktivitas masyarakat.

"Harapan kita ke depan ada satu sungai khusus untuk latihan, mudah-mudahan di Pulau Insan itu cukup untuk berlatih dan beraktivitas para atlet," katanya.
Sementara itu, Ketua PSAW Kota Banjarmasin, Syaifudin atau yang akrab disapa udin kidat, menjelaskan bahwa kejuaraan kali ini diikuti sebanyak 40 peserta putra dan putri. Secara umum, peserta berasal dari Kota Banjarmasin, namun beberapa diantaranya dari kabupaten tetangga.
"Peserta ada 40 orang putra-putri, Peserta utamanya se-Kota Banjarmasin, tapi dari Marabahan yang dekat ikut serta dalam kejuaraan ini. Pada kejuaraan ini ada 4 kategori, yaitu wakeboard, wakesurf, trick, dan kneeboard," ujarnya.
Terkait venue kejuaraan, udin menyebutkan bahwa kondisi kedalaman air sungai sudah cukup bagus untuk perlombaan. Hanya saja, atlet harus bisa menyesuaikan diri dengan gelombang pantulan dan aktivitas perahu warga.
"Tantangan di sini bukan air pasang surut, tapi ombak balik dan perahu warga yang lalu lalang, jadi kita menyesuaikan, mengalah stop dulu kalau ada yang lewat," ucapnya.
Lebih lanjut, pengurus cabor juga menyampaikan beberapa tantangan, seperti terbatasnya sarana mesin perahu penarik atau Boat. Mesin yang ada saat ini perlu ditingkatkan kapasitasnya agar sesuai dengan berat badan para atlet yang terus bertambah.
"Kekurangan kita ada di mesin boat yang dibeli tahun 2016, harus di-update cc-nya dari 85 ke 115 karena atletnya sudah besar-besar, tapi harganya mahal di atas 100 juta. Kalau papan dibantu KONI dan Pak Wali," ujarnya.

Meski ada kendala fasilitas, ia juga mengapresiasi peran aktif orang tua yang terus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka dalam berlatih. Menurutnya, pembinaan sejak usia dini sangat menentukan keberhasilan atlet di masa depan.
"Cabor ini harus continue latihan dari usia dini, dan dukungan orang tua di sini sangat luar biasa," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....