Rakerda Perbasi Kalsel, Bahas Arah Pembinaan Atlet Basket sejak Usia Dini

  • 17 Agt 2026 19:22 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kalimantan Selatan menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat pembinaan basket secara berjenjang dan berkelanjutan. Program tersebut menjadi salah satu hasil Rapat Kerja Daerah atau Rakerda DPD Perbasi Kalsel yang berlangsung di Gedung Batas Kota, Banjarmasin, Sabtu, 15 Agustus 2026 malam.

Ketua DPD Perbasi Kalsel, M. Syaripuddin atau yang akrab disapa Bang Dhin, menekankan agar seluruh program yang telah dirumuskan dapat dijalankan secara konsisten. Ia meminta setiap bidang dalam kepengurusan memiliki komitmen untuk merealisasikan hasil pembahasan Rakerda.

“Kita tidak ingin hanya sekadar ada rekomendasi tapi tidak jalan. Saya meminta seluruh pengurus di bidangnya masing-masing bisa berkomitmen dan konsisten untuk menjalankan apa yang menjadi usulan teman-teman,” ujar Bang Dhin.

Salah satu fokus utama Perbasi Kalsel adalah memperkuat pembinaan pemain sejak usia dini. Pembinaan akan diarahkan pada kelompok usia KU 5-12 tahun dan KU 14-18 tahun sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem basket di Kalimantan Selatan.

Bang Dhin menilai kompetisi basket pelajar yang sudah berkembang di Kalimantan Selatan dapat menjadi salah satu jalur bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan. Karena itu, pembinaan di tingkat dasar perlu disiapkan agar pemain memiliki kemampuan yang sesuai ketika memasuki kompetisi.

“Kita sama-sama tahu di Kalimantan Selatan ada atmosfer basket yaitu DBL. Setelah saya mencek ke beberapa sekolah, impiannya memang ingin masuk di DBL. Berarti tugas kita untuk menyiapkan mereka bertanding di laga kompetisi DBL,” ucapnya.

Untuk memperluas jangkauan pembinaan, Perbasi Kalsel akan melanjutkan program Goes to School. Sedikitnya 30 sekolah ditargetkan menjadi sasaran program tersebut, terutama sekolah yang telah memiliki kegiatan ekstrakurikuler basket aktif.

Selain pembinaan atlet, Perbasi Kalsel juga menaruh perhatian terhadap kondisi fasilitas latihan di sejumlah sekolah. Pengurus akan berkomunikasi dengan pihak swasta untuk mendukung perbaikan lapangan basket secara bertahap.

“Skalanya tidak terlalu besar, tapi paling tidak ini menyempurnakan lapangannya nyaman digunakan, dipandang enak. Ada perbaikan infrastruktur secara bertahap,” kata Bang Dhin.

Perbasi Kalsel juga menyiapkan digitalisasi database atlet sebagai bagian dari penguatan sistem pembinaan. Database tersebut nantinya memuat informasi atlet secara lebih terstruktur, mulai dari identitas hingga data fisik dan profil kemampuan bermain.

“Sehingga saat orang dari luar melihat, bisa langsung tahu ada berapa pemain basket di Banjarmasin, tingginya berapa, berat badannya berapa. Peluang mereka untuk bisa main ke nasional pun semakin terbuka,” ujarnya.

Rakerda juga menghasilkan rencana penyusunan kompetisi basket yang lebih berjenjang dan berkelanjutan. Kompetisi akan dimulai dari tingkat kabupaten dan kota yang direncanakan terbagi dalam dua zona sebelum berlanjut ke tingkat provinsi.

Perbasi Kalsel ingin memastikan setiap kompetisi memiliki kesinambungan sehingga pemain yang telah menyelesaikan satu jenjang pertandingan dapat melanjutkan ke kompetisi berikutnya. Skema tersebut diharapkan memberikan ruang bermain yang lebih konsisten bagi atlet dalam proses pembinaan.

“Kita tidak ingin mengadakan kompetisi tapi terputus. Kalau sekolah sudah ada DBL, kita coba buat kompetisi dari bawahnya. Jadi arahnya sudah jelas habis dari kompetisi ini masuknya ke mana, kompetisi apa, jenis liga apa,” ucapnya.

Tidak hanya di tingkat sekolah, Perbasi Kalsel juga mulai membuka komunikasi untuk mengembangkan kembali kompetisi basket di lingkungan perguruan tinggi. Rencana tersebut mempertimbangkan keberadaan sejumlah tim basket amatir di Kalimantan Selatan yang membutuhkan ruang kompetisi.

Pengurus juga menjajaki kemungkinan menghadirkan kembali Campus League maupun Liga Mahasiswa di Kalimantan Selatan. Kehadiran kompetisi tingkat kampus diharapkan dapat menjadi kelanjutan pembinaan bagi pemain yang telah melewati jenjang sekolah.

“Kalau ada kompetisinya di tingkat kampus, tidak menutup kemungkinan. Kita sedang coba komunikasikan agar Kalimantan Selatan bisa menjadi tempat Campus League maupun Liga Mahasiswa,” katanya.

Melalui hasil Rakerda tersebut, Perbasi Kalsel menargetkan pembinaan basket tidak berhenti pada satu jenjang kompetisi. Penguatan pembinaan usia dini, fasilitas, database atlet, serta kompetisi berjenjang diharapkan dapat membangun ekosistem basket yang lebih kuat dan membuka peluang atlet Banua berprestasi hingga tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....