Komitmen Pembinaan Atlet Disabilitas jadi Pertanyaan di Rakerprov NPCI 2026
- 25 Jun 2026 00:15 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalimantan Selatan Tahun 2026 diwarnai absennya pejabat utama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel. Forum tersebut mengusung tema "Rangkul dan Kerja Bersama dalam Pembinaan Paralimpian Menuju Prestasi Berkelanjutan".
Kegiatan berlangsung di Hotel Rodhita Banjarbaru, Senin, 22 Juni 2026 malam. Pada forum ini Dispora Kalsel hanya diwakili Kepala Seksi Pengembangan Olahraga Rekreasi, Tradisional dan Layanan Khusus, Muhammad Nashir.
Rakerprov tersebut membahas arah pembinaan bagi atlet-atlet paralimpik di Kalimantan Selatan. Forum ini juga menjadi wadah penguatan organisasi dan sinkronisasi program pembinaan.
Ketua Pelaksana Rakerprov NPCI Kalsel 2026, Didi Pramono, mengatakan pihaknya telah mengirimkan undangan kepada Dispora Kalsel sejak setengah bulan sebelumnya. Jadwal pelaksanaan bahkan diubah dari pagi menjadi malam untuk menyesuaikan agenda Kepala Dinas.
Namun, Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz tetap berhalangan hadir. Pejabat setingkat kepala bidang yang sebelumnya ditugaskan mewakili juga tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut.
"Kita sudah memberikan undangan kepada Dispora Kalsel setengah bulan yang lalu untuk acara ini. Bahkan di awal acara ini sebenarnya dijadwalkan pagi, tapi karena kepala dinas tidak bisa datang kita rubah ke malam. Tapi akhirnya malam ini juga tidak bisa datang," ujar Didi.
Didi menjelaskan Dispora Kalsel akhirnya hanya mengutus seorang kepala seksi dalam Rapat tersebut. Materi yang semestinya disampaikan oleh pihak Dispora akhirnya juga batal diberikan.
"Jadi akhirnya diwakilkan oleh Kepala Seksi saja. Bahkan saat pemberian materi yang seharusnya disampaikan juga dibatalkan akhirnya," ucap Didi.
Muhammad Nashir yang hadir mewakili Dispora Kalsel menjelaskan Kepala Dinas dan Kepala Bidang berhalangan hadir karena memiliki agenda lain. Namun sebagai bentuk komitmen Dispora kalsel, kehadirannya dapat mewakili pimpinan yang berharap kegiatan Rakerprov dapat berjalan dengan lancar.
"Kebetulan Kepala Dinas tidak hadir karena ada acara Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN). Sehingga juga ada arahan Kepala Bidang untuk mewakilkan karena ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkan, jadi saya yang hadir semoga acara ini berjalan lancar," ujarnya.
Nashir juga mengungkapkan materi yang semula dijadwalkan disampaikan oleh Dispora Kalsel akhirnya dibatalkan. Ia menilai dirinya tidak berada pada level yang tepat untuk menyampaikan kebijakan strategis.
"Iya untuk pemberian materi ini batal karena kalau materi pemberian dasar itu sebenarnya saya kurang pas, karena di level saya tidak pantas. Tapi kalau kebijakan kita sudah berupaya memberikan hubungan baik untuk NPCI Kalsel," katanya.
Padahal, Rakerprov tersebut bukan kegiatan biasa, karena sejumlah petinggi NPCI Pusat hadir langsung memberikan perhatian terhadap perkembangan olahraga disabilitas di Kalimantan Selatan. Mereka di antaranya Ketua Departemen Humas NPCI Pusat Hery Isranto, Ketua I Bidang Organisasi Rio Suseno, serta Ketua Departemen Hukum Satriawan Sulaksono.
Kehadiran jajaran pengurus pusat semakin kontras dengan minimnya representasi dari pemerintah daerah. Di saat pengurus nasional meluangkan waktu untuk datang langsung ke Banua, kursi pejabat utama Dispora Kalsel justru kosong.
Fenomena ini menjadi sinyal yang sulit diabaikan. Ketika atlet-atlet paralimpik terus dituntut menyumbangkan prestasi dan mengharumkan nama daerah, perhatian terhadap organisasi yang menaungi mereka seharusnya tidak berhenti pada seremoni dan ucapan dukungan semata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....