PBMI Gelar Penataran Wasit Juri, Empat Instruktur IFMA Hadir di Indonesia
- 02 Agt 2026 16:55 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Jakarta - Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) resmi membuka Penataran dan Sertifikasi Wasit, Juri, serta Pelatih Muaythai Indonesia di Asrama Haji Embarkasi Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 2 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung hingga 4 Agustus 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Muaythai nasional.
Penataran menghadirkan empat tenaga dari International Federation of Muaythai Associations (IFMA) sebagai instruktur dan narasumber. Mereka adalah Aritit Tobwongsri, Thanong Poompanich, Chao Wathayotha, dan Porjai Laithongkam yang telah tiba di Jakarta beberapa waktu sebelum kegiatan dimulai.
Kehadiran para instruktur internasional tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai standar Muaythai dunia. Materi yang diberikan meliputi perkembangan teknik, regulasi pertandingan, sistem penilaian, hingga standar kepelatihan yang berlaku secara internasional.
Wakil Ketua Umum PB Muaythai Indonesia Bidang Prestasi, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana, mengatakan penataran ini tidak hanya berorientasi pada sertifikasi semata. Menurutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan menyamakan pemahaman seluruh peserta terhadap perkembangan Muaythai internasional.
"Penataran ini bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan sertifikasi. Yang paling penting adalah bagaimana para peserta mendapatkan pemahaman yang sama mengenai standar pertandingan, teknik, aturan, serta perkembangan Muaythai internasional. Karena itu, kehadiran langsung tenaga IFMA sangat penting," ujar Evi, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas SDM harus berjalan seiring dengan pembinaan atlet agar prestasi dapat terus berkembang. Menurutnya, pelatih, wasit, dan juri memiliki peran penting dalam mendukung ekosistem olahraga Muaythai.
"Kalau kita ingin meningkatkan prestasi atlet, maka seluruh ekosistemnya juga harus kita tingkatkan. Pelatih harus terus berkembang, sementara wasit dan juri harus memiliki pemahaman aturan yang sama dan mengikuti perkembangan standar internasional," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai keterlibatan IFMA menunjukkan keseriusan PBMI dalam membangun Muaythai Indonesia yang berstandar internasional. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah wawasan dan pengalaman secara langsung.
"Ini bagian dari proses kita membangun Muaythai Indonesia. Kita ingin SDM kita memiliki kemampuan dan pemahaman yang terus diperbarui sesuai perkembangan internasional. Kehadiran tenaga IFMA memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mendapatkan pengalaman langsung dari sumber yang memiliki kompetensi di tingkat internasional," kata LaNyalla.
Menurut LaNyalla, prestasi atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bertanding, tetapi juga dipengaruhi kualitas sistem pembinaan. Karena itu, peningkatan kompetensi pelatih, wasit, dan juri menjadi fondasi penting dalam pembangunan prestasi jangka panjang.
"Prestasi atlet tidak berdiri sendiri. Di belakangnya ada pelatih, ada wasit, ada juri, ada sistem pembinaan dan kompetisi. Semuanya harus kita bangun bersama," ujarnya.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PB Muaythai Indonesia, Azwan Karim, menilai penataran ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi mengenai regulasi dan standar pertandingan. Keselarasan tersebut dinilai penting agar penyelenggaraan kompetisi di Indonesia semakin sesuai dengan ketentuan internasional.
"Peserta mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dan belajar langsung dari tenaga IFMA. Ini penting agar standar yang kita terapkan di Indonesia semakin selaras dengan perkembangan Muaythai internasional," ujar Azwan.
Usai penataran dan sertifikasi yang berlangsung pada 2–4 Agustus 2026, PBMI akan melanjutkan agenda dengan menggelar Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 pada 5–10 Agustus 2026 di GOR Abdu Rosyad, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kejuaraan tersebut diperkirakan diikuti sekitar 500 atlet dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari penguatan sistem kompetisi dan evaluasi hasil pembinaan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....