Pengurus Baru NPCI Kabupaten Banjar Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

  • 21 Jun 2026 09:43 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Martapura - Pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Banjar periode 2026–2031 resmi dilantik oleh Ketua NPCI Kalimantan Selatan, di Guest House Sultan Sulaiman, Martapura, Jumat, 19 Juni 2026. Agenda ini menjadi babak baru dalam memperkuat pembinaan atlet disabilitas dan meningkatkan prestasi olahraga paralimpik di Kabupaten Banjar.

Dalam kepengurusan baru tersebut, Suratmin dipercaya memimpin NPCI Kabupaten Banjar selama lima tahun ke depan. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah daerah, insan olahraga, serta atlet disabilitas.

Mewakili Bupati Banjar, Sekretaris Daerah H Yudi Andrea, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru NPCI Kabupaten Banjar. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam membina dan mengembangkan potensi atlet disabilitas agar mampu berprestasi di tingkat daerah, nasional hingga internasional.

“Pelantikan ini bukan hanya soal kepengurusan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bahwa olahraga harus menjadi ruang yang terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” ujarnya.

Yudi menegaskan bahwa penyandang disabilitas bukanlah kelompok yang harus dikasihani, melainkan bagian penting dalam pembangunan daerah yang memiliki kemampuan, potensi, dan kesempatan yang sama untuk berprestasi. Ia mengatakan, melalui olahraga, dapat terlihat semangat, kedisiplinan dan kerja keras mampu menghasilkan berbagai pencapaian yang membanggakan.

Pemerintah Kabupaten Banjar terus mendukung pengembangan olahraga disabilitas sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Pihaknya berkomitmen memberikan fasilitas yang setara untuk menunjang pembinaan dan prestasi atlet.

“Dukungan tidak hanya berupa fasilitas dan pembinaan, tetapi juga upaya menciptakan lingkungan yang memberikan kesempatan kepada para atlet untuk berkembang,” ucapnya.

Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Banjar mengalokasikan dana hibah sebesar Rp797.020.000 kepada NPCI Kabupaten Banjar. Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pembinaan atlet, peningkatan kualitas sumber daya atlet, persiapan mengikuti berbagai kejuaraan, serta penguatan organisasi agar semakin profesional.

Yudi berharap kepengurusan baru mampu menjalankan organisasi secara transparan dan bertanggung jawab. Selain itu, kepengurusan yang baru juga dapat membangun koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, masyarakat dan berbagai pihak terkait guna mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Ia juga meminta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar untuk terus memberikan pendampingan kepada NPCI. Menurutnya, pembinaan atlet tidak hanya dilakukan menjelang kejuaraan, tetapi harus berlangsung secara berkesinambungan melalui pendataan atlet, program latihan, dan evaluasi prestasi.

Lebih lanjut, Yudi juga menyampaikan pesan kepada para atlet agar terus berlatih secara konsisten dan percaya diri. Menurutnya, karena setiap prestasi yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengharumkan nama daerah.

“Jadikan keterampilan, disiplin dan semangat juang sebagai modal untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. Harapannya ke depan bisa bersaing di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua NPCI Kabupaten Banjar yang baru dilantik, Suratmin, menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, kepengurusan ini akan fokus pada peningkatan pembinaan atlet, penguatan organisasi, serta memperluas jangkauan program bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Banjar.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan pemerintah daerah melalui dana hibah yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Semoga sinergi ini terus berlanjut dan semakin ditingkatkan demi kemajuan olahraga disabilitas di daerah ini,” ujarnya.

Suratmin berharap NPCI Kabupaten Banjar dapat menjadi organisasi yang profesional, inklusif, dan berkelanjutan dalam membina atlet disabilitas. Sehingga mampu melanjutkan serta meningkatkan prestasi yang telah diraih di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....