Musorkot NPCI Kota Banjarmasin, Mohd Husaini Kembali Memimpin Periode 2026-2031

  • 09 Mei 2026 16:45 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Nasional Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Kota Banjarmasin menggelar acara Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) di Hotel Harper Banjarmasin, Sabtu, 9 Mei 2026. Forum ini menjadi babak baru dalam penguatan organisasi sekaligus pembinaan atlet disabilitas di Kota Banjarmasin.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin yang diwakili oleh Analis Kebijakan Ahli Muda, Edy Riswan. Acara dihadiri oleh Ketua NPCI Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua KONI Kota Banjarmasin, Perwakilan SOIna Kota Banjarmasin, dan Para Atlet dari berbagai cabor di NPCI Kota Banjarmasin.

Pada Forum Musyawarah Olahraga ini, dilakukan pemilihan ketua NPCI menggunakan sistem pemungutan suara. Sebanyak 99 Pemilih yang merupakan Atlet NPCI dari berbagai cabang olahraga disabilitas ikut serta dalam proses pemilihan.

Pada penghitungan suara, Mohd Husaini mendapat 61 suara, Riyanti mendapat 27 suara, Maulidah mendapat 7 suara, M. Arsad mendapat 2 suara, sedangkan suara yang tidak sah atau rusak ada 2. Dengan hasil ini, Ketua NPCI Kota Banjarmasin Mohd Husaini terpilih kembali untuk memimpin organisasi periode 2026-2031.

Dalam kesempatan tersebut, Mohd Husaini menyampaikan terimakasih dan ucapan syukur atas terpilihnya untuk kembali memimpin NPCI Kota Banjarmasin pada 5 tahun kedepan. Menurutnya, ia akan melanjutkan visi dan misi kepemimpinannya dengan menyelesaikan program yang belum terlaksana sebelumnya.

“Alhamdulillah, bersyukur karena masih diberi kepercayaan untuk memimpin roda organisasi NPCI Kota Banjarmasin di periode selanjutnya. Apa yang saya rasa visi misi sebelumnya belum terpenuhi, 100 persen insyaallah akan saya penuhi di 5 tahun kedepan,” ujar Mohd Husaini, usai terpilih kembali sebagai Ketua NPCI Kota Banjarmasin Periode 2026-2031.

Ia juga berkomitmen untuk melakukan pembenahan besar-besaran terhadap sistem organisasi yang saat ini masih banyak kekurangan. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja organisasi agar bisa membawa kemajuan bagi olahraga disabilitas di Kota Banjarmasin.

“Yang perlu saya benahi ini terkait sistem di organisasi saya yang sulit harus saya tekan sebelum di sk-kan. Jadi saya tidak mau sembarangan orang cuma mimpin tapi tidak bisa bekerja, Itu kan merepotkan kita nantinya. Jadi kedepan akan semakin selektif lagi,” katanya.

Ia menegaskan kedepan untuk pembinaan kepada cabang olahraga akan dilakukan lebih merata dan bertara. Meski saat ini masih dihadapkan dengan tantangan persoalan efisiensi anggaran, namun pihaknya akan berusaha untuk bisa memenuhi kebutuhan dari setiap cabang olahraga.

“Sebagai contoh tadi kan ada usulan dari teman-teman masalah table shotdown tenis meja tunanetra. Memang sebelumnya kita tidak terpikir, karena terkait anggaran yang belum mencukupi. Insyaallah kedepannya kita bagi-bagi ke semua cabang olahraga,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum NPCI Provinsi Kalimantan Selatan, Haries Pramono, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan Musyawarah Olahraga NPCI di Kota Banjarmasin. Menurutnya, dari sistem pemilihan ketua NPCI berjalan secara adil, dan demokratis sesuai dengan ketentuan dalam pemilihan kepengurusan.

“Jalannya pelaksanaan pemilihan ini sangat fair sekali, demokratis, apalagi calonnya ini ada 4. Ini menunjukan bahwa prosesi demokrasi di NPC Kota Banjarmasin bisa berjalan dengan baik, tidak ada istilahnya akal-akalan dan sesuai dengan hari nurani pemilih (yaitu atlet),” ujar Haries.

Ia juga berharap dengan terpilihnya ketua NPCI Kota Banjarmasin untuk periode 2026-2031 dapat memberikan dampak yang nyata untuk memajukan olahraga disabilitas di Kota Banjarmasin. Selain itu, ia juga berharap untuk kepemimpinan yang baru ini bisa merangkul seluruh anggota dan atlet disabilitas untuk terus berprestasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....