PT VKS Targetkan Operasi Salvage KM Virgo Berjalan Oktober Ini

  • 05 Okt 2026 14:10 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Operasi salvage atau pengangkatan badan kapal KM Virgo Transport 8 ditargetkan dapat terlaksana pada bulan Oktober 2026 ini. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping (VKS), Simson Rihi, pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Simson menyebut pelaksanaan salvage saat ini masih dihadapkan pada pemenuhan kelengkapan data administrasi. Pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak asuransi Protection and Indemnity (P&I) guna mempercepat proses eksekusi.

"Kami juga lakukan percepatan dan akselerasi penekanan kepada pihak P&I. Karena memang itu kewajiban kami," ujar Simson Rihi, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Upaya percepatan pengangkatan bangkai kapal ini telah mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan hingga Basarnas. Simson mengatakan seluruh persiapan teknis akan segera diselesaikan sehingga operasi dapat dimulai sesuai target.

"InsyaAllah pasti bulan ini. Kami akan usahakan," katanya menambahkan.

Terkait mitra utama dalam operasi ini, PT VKS masih belum dapat mempublikasikannya ke publik karena masih dalam tahap kelengkapan administrasi. Kendati demikian, pihak perusahaan telah resmi menunjuk Jasalindo sebagai mitra lokal yang menangani proses salvage.

Di sisi lain, Kepala KSOP Banjarmasin, Heri Purwanto, menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan telah melayangkan teguran keras kepada PT VKS. Teguran tersebut diberikan agar pemilik kapal segera merealisasikan penanganan salvage tanpa menunda waktu.

Heri menjelaskan bahwa Kemenhub tidak memiliki kewenangan menentukan tanggal pasti dimulainya pengangkatan kapal. Seluruh teknis dan waktu pelaksanaan sepenuhnya menjadi wewenang pemilik kapal, pihak asuransi, serta mitra salvage.

"Kementerian Perhubungan hanya sebatas bisa menegur dan memerintahkan segera. Tapi semuanya itu tergantung dari pihak asuransi seberapa cepat pelaksanaan salvage ini," ucap Heri menegaskan.

Di samping persiapan salvage, operasi penyelaman bawah air untuk menyisir korban di dalam bangkai kapal telah resmi dihentikan oleh Basarnas. Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi menyeluruh menunjukkan tingkat risiko keselamatan personel yang amat tinggi.

Operasi SAR terhadap badan kapal akan kembali dilakukan setelah proses pengangkatan kapal selesai. Sementara saat ini, upaya pencarian difokuskan pada pencarian di permukaan dan pesisir yang menjangkau wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat.

Sementara itu, hingga data akumulasi Minggu, 4 Oktober 2026, sebanyak 53 penumpang masih dinyatakan hilang dari total 243 penumpang sesuai manifes. Adapun 190 korban berhasil dievakuasi dengan rincian 108 korban selamat dan 82 korban meninggal dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....