Basarnas Hentikan Penyelaman, SAR KM Virgo Fokus Sisir Permukaan
- 04 Okt 2026 10:13 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menghentikan sementara operasi penyelaman bawah air dalam pencarian korban KM Virgo Transport 8 pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kendati demikian, Operasi SAR kini dialihkan untuk penyisiran permukaan dan dijalankan secara simultan bersama proses salvage atau pengangkatan bangkai kapal.
Keputusan penghentian penyelaman diambil setelah Basarnas bersama tim gabungan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi di lapangan. Faktor keselamatan personel menjadi alasan utama mengingat risiko teknis di dalam bangkai kapal yang dinilai semakin kompleks.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa struktur kapal yang tidak stabil berpotensi mengalami pergeseran trim secara mendadak. Selain itu, jarak pandang di dalam kapal sangat terbatas akibat sedimen debris, bahaya benda tajam, serta potensi pencemaran bahan kimia.
"Semakin jauh operasi penyelaman dilakukan ke bagian dalam kapal, semakin kompleks pula risiko yang dihadapi. Pada titik inilah diperlukan keseimbangan strategi antara upaya pencarian dengan keselamatan personel," ujarnya dalam konferensi pers KM Virgo Transport 8 pada Sabtu malam.
Syafii menambahkan sejak operasi penyelaman memasuki hari ke-19, pencarian tim di bawah air pun tidak lagi menemukan korban. Ditambah, kedalaman 27 meter membatasi waktu kerja penyelam yang hanya mampu dilakukan selama sekitar 20 menit pada setiap sesi penyelaman.
Meskipun pencarian bawah air dihentikan, Syafii menegaskan bahwa Operasi SAR tetap dilanjutkan di permukaan dan wilayah pesisir. Operasi ini berjalan beriringan dengan proses salvage yang akan mengangkat badan kapal dan mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalam.
"Operasi SAR tetap dilaksanakan secara simultan selama proses salvage berlangsung. Fokus operasi dialihkan dan dioptimalkan melalui pencarian permukaan dan pesisir pantai," katanya.
Area penyisiran permukaan kini diperluas mencakup perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat sesuai arah arus dan angin. Operasi SAR gabungan nasional juga dialihkan penanganannya kepada Kantor SAR daerah di Banjarmasin, Palangkaraya, dan Pontianak.
Langkah ini diambil untuk mempertahankan upaya pencarian 55 korban hilang sekaligus mencegah risiko bahaya bagi petugas. Evaluasi berkala saat ini terus dilakukan terhadap kemungkinan jalur hanyut para korban.
"Dengan pendekatan ini kita tetap menjaga dua tujuan secara bersamaan. Pertama, mempertahankan upaya pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan. Kedua, mencegah terjadinya risiko yang tidak terkendali terhadap personel," ucap Syafii menambahkan.
Hingga data akumulasi Sabtu, 3 Oktober 2026, sebanyak 188 korban KM Virgo Transport 8 dari total 243 penumpang berhasil dievakuasi. Rinciannya mencakup 108 korban selamat, 80 korban meninggal dunia, serta 55 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....