Selama Operasi SAR, Penyelam Evakuasi Total 50 Korban KM Virgo

  • 04 Okt 2026 16:21 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Operasi penyelaman bawah air menjadi salah satu metode dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8. Selama operasi berjalan hingga hari ke-21 pada Sabtu, 3 Oktober 2026, metode ini berhasil mengevakuasi total hingga 50 korban.

Sebanyak 63 personel dengan kemampuan khusus penyelaman terlibat langsung dalam operasi ini. Seluruh personel tergabung dari Basarnas Special Group (BSG), TNI Angkatan Laut, serta penyelam dari Jasalindo.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan operasi SAR tidak hanya mengandalkan satu metode utama saja. Namun, dalam pelaksanaannya metode penyelaman ini menjadi salah satu metode yang signifikan dalam upaya pencarian korban.

"Meski dalam pelaksanaannya dihadapkan dengan keterbatasan dihadapi. Baik itu kondisi cuaca maupun kondisi dari lokasi pelaksanaan SAR underwater tersebut," ujarnya dalam konferensi pers pada Sabtu malam di Banjarmasin.

Dalam pelaksanaannya, operasi penyelaman dilakukan dengan rata-rata 4 hingga 5 sorti setiap harinya. Setiap sorti mengerahkan sebanyak 2 sampai 3 tim dengan kekuatan 5 penyelam tiap tim yang dilaksanakan pada pukul 09.00 hingga 16.00 WITA.

Selama beroperasi, tim penyelam telah berhasil melakukan penetrasi sekitar 10 hingga 15 meter ke dalam kapal. Namun, penetrasi yang lebih jauh terkendala oleh banyaknya barang-barang material dan debris atau sisa-sisa material, puing, serta serpihan.

Selain itu, beberapa akses masuk seperti jendela telah berhasil dibuka oleh tim penyelam. Namun dari akses tersebut, sejak hari ke-19 operasi, tim tidak lagi menemukan adanya korban.

Tantangan lain yang dihadapi oleh tim penyelam adalah struktur kapal yang tidak stabil. Posisi kapal diketahui masih dapat mengalami perubahan trim dan kemiringan secara mendadak.

"Kondisi ini meningkatkan risiko terhadap penyelam yang berada di dalam kapal. Dikhawatirkan kapal masih terus mengalami penurunan yang lebih ekstrem secara tiba-tiba," kata Syafii menjelaskan.

Kondisi jarak pandang yang terbatas juga menjadi tantangan lain bagi operasi penyelaman yang telah dilakukan. Selain itu, terdapat pula potensi bahaya kimia akibat tumpahan minyak dan kontaminasi lainnya di sekitar bangkai kapal.

Sementara itu, pada kedalaman sekitar 27 meter, kondisi gas menjadi salah satu pembatas waktu kerja penyelam. Dengan penggunaan scuba, waktu kerja penyelam hanya mampu dilakukan selama sekitar 20 menit pada setiap sesi penyelaman.

Oleh karena itu, meski menjadi metode yang memberikan kontribusi signifikan, saat ini Basarnas memutuskan untuk menghentikan sementara operasi penyelaman. Namun, Operasi SAR tetap dilanjutkan di permukaan dan wilayah pesisir dan berjalan beriringan dengan proses salvage yang akan mengangkat badan kapal.

"Operasi SAR tetap dilaksanakan secara simultan selama proses salvage berlangsung. Fokus operasi dialihkan dan dioptimalkan melalui pencarian permukaan dan pesisir pantai," ujar Syafii menegaskan.

Area penyisiran permukaan kini diperluas mencakup perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat sesuai arah arus dan angin. Operasi SAR gabungan nasional juga dialihkan penanganannya kepada Kantor SAR daerah di Banjarmasin, Palangkaraya, dan Pontianak.

Sementara itu, hingga data akumulasi Sabtu, 3 Oktober 2026, sebanyak 188 korban KM Virgo Transport 8 dari total 243 penumpang berhasil dievakuasi. Rinciannya mencakup 108 korban selamat, 80 korban meninggal dunia, serta 55 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....