Jasa Raharja Pastikan Hak Santunan Korban Hilang KM Virgo Terjamin
- 03 Okt 2026 18:47 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pencarian korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-21 pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Data terakhir mencatat sebanyak 108 penumpang selamat, 80 meninggal dunia, serta 55 orang lainnya masih dalam pencarian.
Di tengah proses evaluasi hari terakhir operasi, PT Jasa Raharja memastikan hak santunan bagi seluruh korban tetap terjamin. Korban meninggal dunia yang memiliki ahli waris berhak menerima santunan Rp50 juta dari Jasa Raharja dan Rp20 juta dari Jasa Raharja Putera.
Sementara itu, bagi korban meninggal dunia tanpa ahli waris, disediakan bantuan biaya penguburan sebesar Rp4 juta Jasa Raharja. Bantuan turut didapatkan sebesar Rp2 juta dari Jasa Raharja Putera.
Kepala Kantor Jasa Raharja Wilayah Kalimantan Selatan, Ahmad Arkan Nugraha, menyebut penyaluran santunan masih menunggu proses evakuasi dan identifikasi korban selesai. Selama proses pencarian belum ditutup, pihaknya akan terus menunggu kepastian identitas korban yang ditemukan.
"Apabila proses pencarian resmi dihentikan dan masih terdapat korban yang belum ditemukan. Maka penyaluran santunan akan mengikuti ketentuan administrasi yang berlaku," ujarnya Jumat, 2 Oktober 2026.
Arkan menambahkan bahwa administrasi yang dibutuhkan mencakup surat pemutusan pencarian serta penetapan resmi dari kepala daerah atau instansi berwenang. Dokumen tersebut wajib mencantumkan daftar nama penumpang yang belum berhasil ditemukan selama operasi pencarian.
Prosedur administrasi ini disiapkan agar penghentian operasi di lapangan tidak menghapus hak-hak dasar yang harus diterima keluarga korban. Menurut Arkan, langkah ini menjadi wujud komitmen dalam memberikan kepastian bagi para korban.
Hingga Rabu, 30 September 2026, akumulasi santunan yang telah disalurkan Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putera telah menembus angka Rp3,028 miliar. Nilai tersebut meliputi dana santunan utama sebesar Rp2,162 miliar dan tambahan dari Jasa Raharja Putera senilai Rp866 juta.
Di sisi lain, tim penyelam gabungan dari Basarnas dan TNI AL kini resmi ditarik dari lokasi bangkai kapal guna pemulihan kondisi fisik. Langkah penarikan diambil setelah penyelam melalukan operasi hingga menjangkau area car deck hingga titik aman kapal.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Banjarmasin, Bram Madya Temara, mengungkapkan ruang gerak penyelaman di dalam bangkai kapal sudah mencapa8 batas maksimal. Evaluasi menyeluruh tengah dilakukan untuk menentukan keberlanjutan operasi penyelaman.
"Sementara masih dievaluasi untuk operasi penyelaman. Karena itu sudah maksimal sekali dan tidak memungkinkan untuk masuk lebih dalam lagi," ujarnya Jumat, 2 Oktober 2026.
Operasi SAR saat ini difokuskan pada penyisiran permukaan laut secara masif. Area pencarian diperluas hingga ke perairan Kalimantan Tengah setelah beberapa jenazah korban ditemukan mengapung di wilayah tersebut.
Basarnas bersama unsur terkait terus melakukan evaluasi berkala mengenai potensi perpanjangan masa operasi. Keputusan akhir terkait kelanjutan atau penutupan operasi akan diumumkan setelah seluruh data terkumpul.
"Kemungkinan diperpanjang atau tidak tergantung hasil evaluasi nanti. Kita belum bisa bicara diperpanjang atau tidak," kata Bram menambahkan.
Penulis: Nanda
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....