Keluarga Korban KM Virgo Minta Basarnas Fasilitasi Dialog dengan Pemilik Kapal

  • 18 Sep 2026 12:46 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Keluarga korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 masih menunggu kepastian nasib keluarga mereka di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada hari kelima operasi pencarian.
  • Keluarga korban berharap ada ruang dialog langsung dengan pihak pengelola kapal untuk mendapatkan informasi yang jelas dan transparan tentang insiden yang terjadi.
  • Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana menemui keluarga korban dan berkomitmen untuk menjembatani pertemuan antara keluarga dengan manajemen KM Virgo Transport 8.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Sejumlah keluarga korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 masih menanti kepastian nasib sanak saudara mereka di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Memasuki hari kelima operasi pencarian pada Kamis, 17 September 2026, keluarga menyayangkan belum adanya ruang dialog langsung dengan pihak pengelola kapal.

Keinginan untuk bertemu dengan pengelola kapal disampaikan keluarga saat ditemui Kepala Kantor SAR Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana. Mereka berharap pimpinan tim SAR dapat menjembatani pertemuan dengan manajemen KM Virgo Transport 8.

Salah seorang keluarga korban, Mukhyar, menyampaikan keluh kesahnya di posko informasi Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Ia berharap tim gabungan dapat memfasilitasi komunikasi tersebut untuk memperoleh kepastian penanganan anggota keluarganya yang belum ditemukan.

“Kami ingin dijembatani bertemu dengan pihak KM Virgo,” kata Mukhyar kepada Kepala Kantor SAR Banjarmasin. “Kami berharap Bapak dapat membantu di situ.”

Keinginan tersebut disampaikan agar penyisiran di lokasi kejadian dapat terus dioptimalkan. Keluarga juga berharap korban yang ditemukan, termasuk dalam kondisi meninggal dunia, dapat dipulangkan untuk disemayamkan secara layak.

“Kalau bukan melalui Bapak, kami tidak mungkin bisa bicara. Tolong kami dibantu,” ujar anggota keluarga korban lainnya di posko.

Mendengar aspirasi keluarga korban, I Putu Sudayana menyatakan kesiapannya mengakomodasi permintaan tersebut. Basarnas akan berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin untuk menghadirkan manajemen kapal.

“Kami wajar dengan kondisi mereka karena keluarga mereka masih belum ditemukan,” ucapnya. “Kami juga akan berusaha untuk menghubungi pihak KSOP agar bisa ada dialog antara pihak perusahaan dan keluarga korban.”

Di sisi lain, Basarnas terus mematangkan rencana pencarian 129 korban yang masih hilang. Salah satu opsi yang disiapkan adalah skema pembalikan badan kapal atau salvage untuk membuka akses ke bagian dalam bangkai kapal.

Untuk mematangkan skema tersebut, Basarnas telah mendatangkan tim ahli dari dalam dan luar negeri guna menilai kondisi teknis bangkai kapal serta situasi perairan di lokasi. Hasil penilaian teknis selanjutnya akan dibahas dalam rapat koordinasi sebelum keputusan mengenai opsi pembalikan kapal ditetapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....