Keluarga Korban KM Virgo Transport 8 Menanti Kabar di Trisakti

  • 13 Sep 2026 13:19 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pelabuhan Trisakti Banjarmasin didatangi puluhan keluarga korban KM Virgo Transport 8 hingga Minggu siang, 13 September 2026. Mereka berkumpul di posko informasi untuk menantikan kabar terbaru kapal yang sempat hilang kontak di Laut Jawa tersebut.

Sebelumnya, informasi hilang kontak diterima oleh petugas pada pukul 04.10 WITA dari General Manager PT Virgo, Yoel Rihi. Kapal pengangkut penumpang itu berangkat dari Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 10.13 WIB sebelum menghadapi cuaca buruk.

Keluarga korban yang berada di posko terus menunggu kejelasan informasi dari petugas. Salah seorang keluarga korban, Rahma, berharap keponakannya yang berada di dalam kapal tersebut dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

Rahma menyebut keponakannya berangkat ke Jawa untuk berlibur selama dua minggu dan dijadwalkan kembali ke Banjarmasin menggunakan kapal tersebut. Sebelum berangkat dari pelabuhan, ia sempat mendapat kabar dari keponakannya mengenai kondisi cuaca.

"Sempat mengabari sekitar jam tujuh pagi sebelum kapal berangkat bahwa cuaca memang buruk. Setelah pesan itu dikirimkan, kami langsung putus kontak," kata Rahma.

Perkembangan penanganan mulai terlihat setelah Tim SAR Gabungan mengonfirmasi evakuasi para penumpang pada pukul 12.00 WITA. Kepala Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyampaikan bahwa sebanyak 103 orang penumpang berhasil dievakuasi oleh beberapa kapal di sekitar lokasi.

Rinciannya, MP Mahabahu 9 mengevakuasi 16 orang dengan kondisi 15 selamat dan satu meninggal dunia. Selanjutnya, TB TCP menyelamatkan 38 penumpang, sedangkan MP Haida mengevakuasi 49 penumpang lainnya dalam keadaan selamat.

"Total sementara penumpang yang berhasil dievakuasi tim gabungan berjumlah 103 orang. Rombongan penumpang yang berada di TB TCP dan MP Haida direncanakan dibawa menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin," kata I Putu di Posko Pelabuhan Trisakti.

Sebanyak 16 penumpang yang diangkut MP Mahabahu 9 dibawa menuju Tuban, Jawa Timur. Sementara itu, petugas masih terus melakukan pendataan dan penyisiran di area perairan Laut Jawa.

Terkait rekaman video yang beredar di media sosial, pihak Basarnas meminta publik tidak langsung mempercayai kabar tersebut. Masyarakat diimbau untuk menunggu informasi resmi dari petugas yang berwenang.

"Kami minta masyarakat maupun media tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Hal ini penting dilakukan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah keluarga korban," ujar I Putu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....